Saudi Cs Minta Damai, Yaman Serahkan Proposal ke Rusia
-
Mohammed Abdul Salam.
Ketua tim perunding Yaman mengatakan, proposal pemerintah Sana'a untuk menghentikan perang dan memulai proses politik yang diawasi PBB telah diserahkan ke Rusia.
Pemerintah Yaman di Sana'a selalu berusaha untuk menemukan cara-cara mengakhiri perang, tetapi koalisi pimpinan Arab Saudi terus membunuh orang-orang Yaman, terlepas dari klaim-klaimnya untuk menghentikan serangan.
Seperti dilaporkan portal Yemen News, Rabu (16/2/2022), Ketua Tim Perunding Yaman, Mohammed Abdul Salam mengatakan, "Kami telah menyerahkan proposal ke pemerintah Rusia untuk meringankan penderitaan rakyat Yaman serta menciptakan kondisi untuk menghentikan permusuhan dan masuk ke dalam proses politik yang diawasi PBB."
Menurut sumber-sumber politik, Rusia telah memulai upaya mediasi untuk mengakhiri perang di Yaman. Langkah ini diambil atas permintaan Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi setelah negara-negara agresor diserang oleh rudal dan drone Yaman.
Saudi, dengan dukungan UEA dan beberapa negara lain, melancarkan invasi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Serangan koalisi Saudi telah menewaskan dan melukai ratusan ribu orang Yaman, memaksa empat juta warga mengungsi, dan menghancurkan 85 persen infrastruktur Yaman. (RM)