Lebanon Tak Akui "Garis Biru" di Lahan Pertanian yang Diduduki
Aug 08, 2023 18:33 Asia/Jakarta
-
tentara Zionis di Garis Biru
Koordinator pemerintah Lebanon, dan pasukan perdamaian PBB, UNIFIL mengatakan, Beirut tidak mengakui Garis Biru yang ditetapkan PBB sebagai batas antara Lebanon dan Wilayah pendudukan, dan menuntut supaya diubah.
Brigjen Mounir Shehadeh, Selasa (8/8/2023) saat mengunjungi perbatasan Lebanon dan Wilayah pendudukan yang dikenal sebagai Garis Biru, menegaskan, "Lebanon tidak akan pernah mengakui perbatasan yang disebut Garis Biru, di lahan pertanian Shebaa yang diduduki."
Perserikatan Bangsa-Bangsa, PBB pada tahun 2000 menetapkan garis batas wilayah Lebanon, dan Wilayah pendudukan yang kini dikenal sebagai Garis Biru.
Garis Biru ini tidak sesuai dan tidak akurat dengan perbatasan resmi, dan pasukan Rezim Zionis beberapa kali berusaha menerobosnya. Di sisi lain, pasukan penjaga perdamaian PBB, UNIFIL ditempatkan di sepanjang garis ini.
Brigjen Shehadeh menuturkan, "Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengenalkan para duta besar negara sahabat, dan masyarakat internasional pada 13 wilayah perbatasan Lebanon, dan Wilayah pendudukan yang disengketakan dengan Israel."
"Garis Biru adalah garis kemunduran, dan bukan berarti penetapan perbatasan. Lebanon menuntut supaya perbatasan selatan negara ini dengan Wilayah pendudukan, diperjelas. Negara ini tidak mengakui Garis Biru di lahan pertanian Shebaa yang diduduki Israel, dan ditetapkan sebagai garis batas oleh PBB," tegasnya.
Menurut Shehadeh, perbatasan Lebanon selatan dengan Wilayah pendudukan dimulai dari wilayah bernama Naqoura, di selatan dan berakhir di wilayah Wazzani, di tenggara. (HS)
Tags