Biden kepada Pejabat Israel: Jangan Berperang Langsung dengan Hizbullah, Ingat Resikonya
Presiden Amerika Serikat dan para penasihat seniornya telah memperingatkan otoritas rezim Zionis untuk tidak terlibat perang langsung dengan Hizbullah.
Para pejabat Amerika Serikat khawatir bahwa beberapa anggota kabinet Israel yang haus berperang ingin berperang dengan Hizbullah pada saat yang sama ketika mereka berperang dengan Hamas.
Presiden AS, Joe Biden dalam statemen yang disampaikan hari Jumat (20/10/2023) mengatakan bahwa gerakan Islam Palestina, Hamas, menyerang Israel untuk merusak pembicaraan yang bertujuan untuk menormalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS juga mengundurkan diri dari jabatannya sebagai protes atas dukungan Presiden AS terhadap rezim Zionis.
Joe Biden, presiden Amerika Serikat, baru-baru ini mengunjungi wilayah pendudukan dan mengumumkan dukungan penuhnya terhadap rezim Zionis.
Salah satu titik fokus negosiasi Netanyahu dengan Biden adalah permintaan bantuan militer sebesar $10 miliar yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Washington ke Tel Aviv, yang harus disetujui oleh Kongres AS.
Benjamin Netanyahu dalam sebuah pernyataan setelah kepergian Biden bahwa pertemuan bilateral dengan kesepakatan yang dicapai selama itu akan membuat Israel lebih bertekad untuk melanjutkan perang melawan Hamas.
Kanal 12 rezim Zionis Rabu malam melaporkan bahwa kabinet keamanan Israel telah mengumumkan kepada Biden bahwa tidak ada cara lain selain serangan darat ke Gaza, karena kegagalan meraih kemenangan akan sangat mengganggu stabilitas situasi Israel dan rencana strategisnya.
Meskipun menegaskan dukungan AS terhadap Israel dalam perang dengan Hamas, tapi Biden mengingatkan para pejabat rezim Zionis mengenai resiko pertempuran langsung dengan Hizbullah Lebanon.
Sebelumnya, Media rezim Zionis hari Kamis melaporkan bahwa Yoav Gallant, Menteri Perang rezim Zionis dalam pertemuan yang dihadiri oleh pejabat senior Israel menyatakan bahwa front utara perlu dipersiapkan, dan konflik dengan Hizbullah di Lebanon sulit dilakukan.
Menteri Perang Rezim Zionis dalam pertemuan yang dihadiri para pejabat senior Israel memperingatkan bahwa konflik dengan Hizbullah di Lebanon akan sulit, karena Hizbullah 10 kali lebih kuat dari Hamas.(PH)