Tuntutan Netanyahu Segera Mundur Meningkat di Israel
Pimpinan Partai Buruh rezim Zionis ikut bergabung dalam barisan pendukung tergulingnya Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu akibat kegagalan perlawanan Palestina.
Berlanjutnya pendekatan rasis rezim Zionis dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina yang tertindas menyebabkan perlawanan Palestina memberikan pukulan berat dan tidak dapat diperbaiki terhadap rezim Zionis mulai tanggal 7 Oktober 2023 dalam operasi Badai Al-Aqsa yang menewaskan sedikitnya dua ribu orang Zionis.
Menurut kantor berita SAMA, Merav Mikhaeli, seorang anggota parlemen dan ketua Partai Buruh rezim Zionis, mengatakan bahwa Netanyahu harus segera dicopot dan orang lain harus menggantikannya.
"Aksi ini tidak boleh ditunda, hingga besok atau setelah kampanye pemilu. Namun hal ini harus segera terjadi." kata MIchaeli.
Sementara itu, hasil jajak pendapat terbaru yang dilakukan di wilayah pendudukan menunjukkan bahwa 75 persen Zionis menyalahkan Perdana Menteri rezim Zionis, Benjamin Netanyahu, atas kegagalan Israel menghadapi perlawanan Palestina dalam operasi Badai Al-Aqsa.
Berdasarkan hasil survei tersebut, 66 persen pemukim wilayah pendudukan menuntut pengunduran diri Benjamin Netanyahu dari jabatan Perdana Menteri rezim Zionis.
Pada hari Sabtu, ribuan Zionis turun ke jalan di Tel Aviv dan meneriakkan slogan-slogan yang menuntut pemecatan Netanyahu.(PH)