Ketua Parlemen Lebanon: Badai Al-Aqsa Tamparan Keras bagi Penjajah
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i156198-ketua_parlemen_lebanon_badai_al_aqsa_tamparan_keras_bagi_penjajah
Ketua Parlemen Lebanon menyebut operasi penyerangan Badai Al-Aqsa yang dilancarkan pasukan perlawanan Palestina merupakan tamparan keras bagi penjajah.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Okt 29, 2023 12:17 Asia/Jakarta
  • Ketua Parlemen Lebanon: Badai Al-Aqsa Tamparan Keras bagi Penjajah

Ketua Parlemen Lebanon menyebut operasi penyerangan Badai Al-Aqsa yang dilancarkan pasukan perlawanan Palestina merupakan tamparan keras bagi penjajah.

Pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023, pasukan perlawanan Palestina melancarkan operasi mendadak yang disebut Badai Al-Aqsa dari Gaza terhadap rezim Zionis. 

Kemudian, Israel yang berupaya membalas dan mengkompensasi kekalahannya menyerang berbagai target warga sipil Palestina dan infrastrukturnya, termasuk pusat medis di Jalur Gaza.

Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri dalam pertemuan dengan delegasi gerakan Hamas yang dipimpin oleh Saleh al-Arouri, Wakil Kepala Biro Politik Hamas hari Minggu (29/10/2023) menekankan dukungannya terhadap perjuangan Palestina.

"Operasi penyerangan Al-Aqsa pada tanggal 7 Oktober merupakan tamparan keras terhadap penjajah. Kami salut kepada bangsa Palestina dan perlawanan heroik yang menyebabkan kekalahan bersejarah pada tentara rezim pendudukan," ujar Berri.

Ia juga mengecam kejahatan perang rezim Zionis di Jalur Gaza, dan meminta seluruh negara dan parlemen Lebanon segera mengambil tindakan serius untuk menghentikan kejahatan rezim Zionis.

Saleh al-Arouri dalam pertemuan ini menyampaikan apresiasinya atas posisi Nabih Berri dalam mendukung Palestina melawan agresi penjajah, dan mengumumkan bahwa operasi badai Al-Aqsa menghancurkan mitos tak terkalahkannya tentara Zionis.

Al-Arouri menekankan bahwa rezim Zionis berusaha menutupi kejahatan dan kegagalan historisnya, dan menekankan bahwa semua negara di dunia harus menentang agresi Zionis dan mengambil tindakan serius untuk mengizinkan konvoi bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza.(PH)