Salahkan PM Israel, Tawanan Zionis, "Anda Ingin Bunuh Kami !"
-
tawanan Zionis di tangan Hamas
Sejumlah tawanan Rezim Zionis, di tangan Brigade Al Qassam, merilis video yang berisi kecaman keras terhadap pejabat Tel Aviv, dan menuntut pembebasan mereka.
Sejumlah tawanan Zionis, Senin (30/10/2023) seperti dikutip kantor berita Sama, mengirim pesan kepada Perdana Menteri Rezim Zionis, Benjamin Netanyahu, dan kabinetnya melalui rekaman video.
Salah seorang tawanan mengatakan, "Sekarang juga bebaskan kami. Netanyahu sudah kalah dari sisi politik dan militer, dan kami meminta kepadanya untuk segera membebaskan semua tawanan."
"Kemarin dilakukan konferensi pers dengan keluarga para tawanan, dan kami tahu seharusnya gencatan senjata bisa diberlakukan. Anda harus membebaskan kami, tapi Anda (Netanyahu) mundur," katanya.
Ia menambahkan, "Karena kekalahan Anda (Netanyahu dan kabinetnya) sejak 7 Oktober, dan kekacauan yang Anda buat, saya ditawan di Gaza. Tidak ada yang menolong kami, tidak ada yang mendengarkan kami."
Sebelumnya Juru bicara Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, Daniel Hagari, mengatakan, keluarga-keluarga tawanan Gaza, yang berjumlah 239 orang mengetahui anggota keluarga mereka ada di tangan Hamas.
Ia menambahkan, sejumlah tim penyelamat asing juga berada di antara tawanan Hamas, dan pejabat Israel, berhasil mengenali 40 orang yang sebelumnya dinyatakan hilang.
Sementara itu, Juru bicara Brigade Al Qassam, Abu Obeida, mengatakan bahwa serangan-serangan brutal Rezim Zionis, ke Jalur Gaza, sejauh ini telah menewaskan 50 tawanan Zionis.
Pada saat yang sama, Jubir Angkatan Bersenjata Rezim Zionis, mengancam akan mengejar salah satu tokoh senior Hamas, Yahya Sinwar. (HS)