Momen Pembebasan Tahanan Palestina dari Penjara Israel
Perjanjian gencatan senjata empat hari antara Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas dan rezim Zionis Israel dimulai pada hari Jumat (25/11/2023).
Berdasarkan perjanjian gencatan senjata ini, 39 tahanan Palestina dibebaskan dari penjara Israel, Ofer di wilayah utara pendudukan dan diserahkan ke Palang Merah Internasional.
Sementara itu, 13 tahanan Israel dibebaskan oleh Hamas. Selain 13 tawanan tersebut, 11 tawanan lainnya berkewarganegaraan Filipina dan Thailand juga dibebaskan dan diserahkan kepada petugas Palang Merah.
Ketika tahanan Israel memasuki wilayah pendudukan Palestina, dua bus Palang Merah yang membawa tahanan Palestina meninggalkan penjara Ofer.
Lembaga Tahanan Palestina menerbitkan nama-nama 39 tawanan perempuan dan anak-anak Palestina yang dibebaskan malam ini.
Puluhan warga Palestina telah pergi ke daerah sekitar penjara Ofer untuk menyambut para tahanan dengan bendera perlawanan di tangan mereka.
Setelah 48 hari berlalu sejak dimulainya Operasi Badai al-Aqsa oleh Hamas melawan rezim Zionis dan kekalahan tentara pendudukan dalam serangan darat di Jalur Gaza, kabinet rezim Zionis menerima perjanjian gencatan senjata dengan mediasi pemerintah Qatar dan Mesir, yang dimulai pada hari Jumat, 24 November 2023. (RA)