Perlawanan Palestina-Lebanon
Jihad Islam Palestina: Senjata Perlawanan akan Tetap Dipertahankan
-
Ali Fayyad, perwakilan Hizbullah di parlemen Lebanon
Pars Today - Haitham Abu Al-Ghazlan, seorang pemimpin senior gerakan Jihad Islam Palestina menekankan, “Pelucutan senjata perlawanan tidak akan pernah terjadi.”
Haitham Abu Al-Ghazlan, seorang pemimpin senior gerakan Jihad Islam Palestina, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis(25/12/2025) bahwa tidak ada kekuatan yang dapat datang ke Jalur Gaza dengan tujuan melucuti senjata perlawanan.
Menurutnya, Pelucutan senjata perlawanan tidak akan pernah terjadi.
Abu Ghazalan menambahkan dalam sebuah wawancara dengan jaringan Al-Masirah Yaman, “Perlawanan memiliki pandangan yang jelas tentang ketidakmungkinan untuk melucuti senjata mereka sendiri dan tidak seorang pun dapat mengabaikan keberadaan perlawanan Palestina di Jalur Gaza.
Tidak Ada Izin Intervensi Asing dalam Urusan Internal Palestina
Sementara itu, Osama Hamdan, anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), menekankan penentangannya yang tegas terhadap mandat asing apa pun, dan mengatakan, “Kami tidak menerima pelucutan senjata perlawanan dan kami tidak akan mengizinkan campur tangan asing dalam urusan internal Palestina.”
Rezim Zionis Menghalangi Proses Implementasi Gencatan Senjata di Gaza
Selain itu, Ghazi Hamad, anggota biro politik Hamas menolak klaim rezim Zionis tentang pelanggaran perjanjian gencatan senjata di Rafah di Jalur Gaza selatan dan mengatakan, “Hamas sepenuhnya berkomitmen pada gencatan senjata ini dan rezim ini sedang menyabotase proses implementasinya.”
Kejahatan Perang, Menyerang dan Merendahkan Martabat Tahanan Perempuan
Komite Perlawanan Palestina, mengeluarkan pernyataan sebagai tanggapan atas perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan perempuan Palestina di penjara rezim Zionis, dan menekankan bahwa membawa tahanan perempuan keluar dari penjara ke halaman penjara, secara paksa melepas jilbab mereka, memukuli mereka, dan menggunakan anjing polisi serta bom suara adalah kejahatan perang yang sesungguhnya.
Komite ini mengumumkan dalam pernyataannya, “Tindakan-tindakan ini menunjukkan bahwa kita menghadapi entitas kriminal yang merupakan musuh kemanusiaan dan seluruh umat manusia.”
Sementara itu, Gerakan Bebas Palestina mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh organisasi penjara rezim Zionis terhadap tahanan Palestina, terutama tahanan perempuan, adalah kejahatan terhadap kemanusiaan yang setara dengan kejahatan perang lainnya yang dilakukan oleh rezim pendudukan terhadap rakyat Palestina.
Hizbullah: Hak Lebanon untuk Membela Diri Tidak Dapat Dinegosiasikan
Dari Lebanon, Ali Fayyad, perwakilan Hizbullah di parlemen Lebanon menekankan legitimasi membela negara dan memperingatkan bahwa pendekatan yang didasarkan pada pemberian konsesi terhadap rezim Zionis melemahkan posisi nasional Lebanon dan membahayakan keamanan warga negara.
Ali Fayyad, anggota faksi "Loyalitas kepada Perlawanan" di parlemen Lebanon, menekankan hak Lebanon yang tidak dapat dicabut untuk membela diri dalam pidatonya dan mengkritik apa yang disebutnya sebagai "konsesi cuma-cuma" terhadap musuh Zionis.
Merujuk pada kesyahidan sejumlah pasukan tentara Lebanon oleh Zionis, ia berkata, "Hari ini, darah murni tentara Lebanon yang heroik bercampur dengan darah perlawanan yang berani, sebuah perlawanan yang para pejuangnya mengorbankan nyawa mereka untuk membela tanah air, kebebasan, kemerdekaan, dan kedaulatannya."
Anggota parlemen Lebanon ini menekankan, “Tujuan perlawanan dan tentara Lebanon adalah untuk melindungi hak-hak nasional dan hak asasi manusia berdasarkan hukum internasional. Hak-hak yang mencakup penarikan rezim Zionis dari tanah Lebanon, penghentian tindakan permusuhan, pembebasan tahanan, dan pembangunan kembali rumah dan infrastruktur.”
Hassan Fadlallah, seorang anggota parlemen Lebanon dan anggota faksi "Loyalitas kepada Perlawanan", juga menekankan dalam pidatonya sebagai tanggapan terhadap kritik terhadap perlawanan Islam Lebanon, “Kehormatan dan martabat yang telah diraih Lebanon selama 40 tahun terakhir adalah hasil dari perlawanan.”
Prioritas Nasional Lebanon Saat Ini Mengakhiri Pendudukan Rezim Zionis.
Sementara itu, faksi "Loyalitas kepada Perlawanan" di parlemen Lebanon menekankan dalam sebuah pernyataan bahwa prioritas nasional Lebanon saat ini adalah mengakhiri pendudukan rezim Zionis dan penarikan rezim ini dari tanah Lebanon.
Fraksi Loyalitas kepada Perlawanan menambahkan dalam sebuah pernyataan pada kesempatan kelahiran Isa Al-Masih dan datangnya Tahun Baru, “Hak rakyat Lebanon untuk melawan pendudukan selama pendudukan atas tanah mereka berlanjut adalah hak yang sah berdasarkan semua standar, pertimbangan, dan perjanjian internasional dan tidak memerlukan legitimasi. Sementara penargetan warga sipil dan pasukan tentara Lebanon oleh musuh Zionis adalah agresi yang terkutuk dan tidak dapat dibenarkan.(sl)