Saudi Tolak Usulan Gencatan Senjata di Yaman
Juru bicara koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mengabarkan penentangan Riyadh terhadap usulan gencatan senjata di Yaman.
Brigadir Jenderal Ahmed al-Asiri dalam pernyataannya pada Rabu (28/9/2016) menolak prakarsa gencatan senjata yang diusulkan oleh Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah.
"Meskipun diperlukan solusi politik untuk krisis Yaman, namun Arab Saudi hanya akan menerima kesepakatan yang mengarah kepada perlucutan senjata gerakan ini," ujarnya seperti dilansir Mehr News.
Arab Saudi mengklaim untuk menyelesaikan krisis Yaman melalui jalur politik, namun pada saat yang sama rezim Al Saud mengajukan syarat untuk kesepakatan gencatan senjata.
Di antara syarat-syarat untuk gencatan senjata itu adalah penarikan pasukan relawan Yaman Ansarullah dari kota Sanaa dan kota-kota penting lainnya dan penyerahan senjata berat dan rudal gerakan ini kepada pihak ketiga.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman selama 18 bulan terakhir telah menyebabkan sedikitnya 10.000 orang tewas dan 32.000 lainnya terluka.
Invasi militer yang mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat itu juga telah memporak-porandakan insfrastruktur penting Yaman seperti rumah sakit, sekolah, bandara, pelabuhan, pabrik, pasar, masjid dan fasilitas publik lainnya. (RA)