PBB Minta Operasi Militer di Yaman Dihentikan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i23539-pbb_minta_operasi_militer_di_yaman_dihentikan
Utusan Khusus PBB untuk Yaman menuntut penghentian operasi militer di negara Arab ini menjelang akan dimulainya gencatan senjata selama 72 jam.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Okt 19, 2016 09:20 Asia/Jakarta
  • PBB Minta Operasi Militer di Yaman Dihentikan

Utusan Khusus PBB untuk Yaman menuntut penghentian operasi militer di negara Arab ini menjelang akan dimulainya gencatan senjata selama 72 jam.

Ismail Ould Cheikh Ahmed pada Selasa (18/10/2016) malam mengumumkan kesepakatan kedua belah pihak yang berseteru di Yaman tentang gencatan senjata komprehensif selama 72 jam.

 

Ia juga menuntut penghentian operasi militer dan dimulainya penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Yaman.

 

Cheikh Ahmed  menyebut perjanjian gencatan senjata dan pelaksanaannya sebagai dasar untuk kelanjutan aktivitas komite détente dan koordinasi.

 

Ia berharap langkah tersebut akan mendorong pelaksanaan sebuah gencatan senjata permanen dan pencapaian sebuah solusi politik yang komprehensif untuk mengakhiri krisis Yaman.

 

Utusan Khusus PBB untuk Yaman lebih lanjut menuntut akses tanpa syarat dan tanpa hambatan bagi para petugas penyalur bantuan untuk medistribusikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat.

 

Cheikh Ahmed juga meminta kedua belah pihak yang berseteru dan para aktor regional dan internasional untuk membantu implementasi penuh gencatan senjata.

 

Sebelumnya, Utusan Khusus PBB untuk Yaman pada Senin mengumumkan bahwa partai-partai dan kelompok Yaman telah menjamin gencatan senjata di negara ini yang akan dimulai pada Kamis dini hari, di mana tahap awal akan diberlakukan selama 72 jam dan bisa diperpanjang.

 

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman selama 18 bulan terakhir telah menyebabkan sedikitnya 10.500 orang tewas, di mana 2.400 orang di antaranya adalah anak-anak dan lebih dari 1.700 lainya adalah perempuan.

 

Sebelumnya, gencatan senjata telah diterapkan berdasarkan perundingan damai dan di bawah pengawasan PBB, namun Arab Suadi tidak komitmen terhadap perjanjian tersebut dan melanjutkan serangannya di Yaman. (RA)