Presiden Lebanon Minta Putin Teruskan Perang Lawan Terorisme
-
Vladimir Putin dan Michel Aoun
Michel Aoun, Presiden Lebanon, Selasa (20/12) dalam pesannya untuk Vladimir Putin, sejawatnya dari Rusia mengecam teror atas Andrei Karlov, Duta Besar Rusia di Turki dan menekankan urgensi berlanjutnya perang melawan terorisme.
IRNA (20/12) melaporkan, Michel Aoun dalam pesannya mengatakan, salah satu tujuan teror itu adalah merusak hubungan di antara negara-negara dunia.
Ia menuturkan, Lebanon juga sama seperti Rusia bertekad untuk memerangi terorisme dan hingga kini harus menanggung sejumlah konsekuensi berat dari keputusan tersebut.
Michel Aoun dalam pesan itu berharap kawasan dan dunia menyaksikan masa depan yang cerah dan bersih dari kejahatan serta terorisme.
Presiden Lebanon juga menyampaikan pesan belasungkawa kepada Joachim Gauck, Presiden Jerman atas tewas dan terlukanya sejumlah warga negara itu akibat serangan teror di Berlin.
Menurut Aoun, aksi tersebut dilakukan untuk merusak keamanan dan stabilitas di Jerman.
Ia menegaskan, Lebanon berada di samping Jerman dalam memerangi kelompok-kelompok teroris.
Dubes Rusia di Turki, Senin (19/12) ditembak mati ketika tengah berpidato membuka pameran foto di Ankara. Aparat keamanan Turki mengatakan, pelaku bernama Mevlut Mert Altintas dan merupakan anggota polisi aktif kota Ankara.
Sementara di Jerman, Senin (19/12) malam sebuah truk menabrak sekumpulan orang yang tengah merayakan tahun baru di sebuah pasar padat pengunjung di kota Berlin. Akibat aksi itu, sedikitnya 12 orang tewas dan 48 lainnya luka-luka.(HS)