Kunjungan Delegasi Zionis ke Manama dan Protes Rakyat Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i37392-kunjungan_delegasi_zionis_ke_manama_dan_protes_rakyat_bahrain
Ribuan warga Bahrain dan berbagai kelompok politik di negara ini menggelar demonstrasi untuk mengungkapkan kemarahan mereka atas kunjungan sebuah delegasi rezim Zionis Israel ke Manama.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
May 10, 2017 11:43 Asia/Jakarta

Ribuan warga Bahrain dan berbagai kelompok politik di negara ini menggelar demonstrasi untuk mengungkapkan kemarahan mereka atas kunjungan sebuah delegasi rezim Zionis Israel ke Manama.

Mereka menggelar unjuk rasa di berbagai wilayah Bahrain pada Selasa, 9 Mei 2017 untuk mengecam kunjungan delegasi rezim Zionis ke ibukota negara ini.

Menurut sejumlah laporan, tujuan kunjungan delegasi Zionis ke Bahrain adalah untuk berpartisipasi dalam pertemuan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Lawatan delegasi Zionis itu ke Bahrain menuai protes keras dari rakyat negara ini. Mereka menggelar unjuk rasa besar-besaran untuk menentang normalisasi hubungan Bahrain dengan rezim Zionis.

Para pengunjuk rasa juga menegaskan dukungan mereka kepada Palestina yang merupakan isu terpenting bagi dunia Arab dan Islam.

Kelompok-kelompok politik Bahrain juga menentang partisipasi delegasi Zionis dalam pertemuaan FIFA, dan menyebutnya sebagai salah satu bentuk normalisasi hubungan dengan Israel yang menjajah Palestina.

Ulama Bahrain juga mengecam keras kunjungan delegasi Zionis ke Manama. Mereka dalam sebuah pernyataan mengumumkan bahwa sambutan rezim Al Khalifa kepada delegasi Israel telah membuktikan terpisahnya antara pemerintah dan rakyat Bahrain serta menunjukkan masalah utamanya.

Ini bukan pertama kalinya delegasi Israel berkunjung ke Bahrain. Pada akhir tahun lalu, sebuah kelompok Zionis ekstrem mengunjungi Manama dan menggelar acara perayaan Yahudi dalam kerangka kemitraan bisnis di Bahrain.

Sambutan hangat rezim Al Khalifa kepada delegasi Israel sejalan dengan tindakan rezim Al Saud yang melangkah menuju normaalisasi hubungan dengan rezim Zionis tanpa memperhatikan masalah penting dan mendasar seperti isu Palestina.

Normalisasi hubungan dengan rezim penjajah dan ilegal Zionis bertentangan dengan tuntutan bangsa-bangsa Arab dan Islam. Demonstrasi rakyat dan berbagai kelompok politik di Bahrain, dan kecaman ulama negara ini terhadap kunjungan delegasi Zionis ke Manama menunjukkan terpisahnya jalur yang ditempuh oleh rakyat Bahrain dan rezim Al Khalifa, dan ulama juga tidak akan pernah mentolerir nomalisasi hubungan dengan Israel.

Protes rakyat Bahrain terhadap normalisasi hubungan dengan rezim Zionis menunjukkan upaya mereka untuk menjaga cita-cita dan hak rakyat Palestina, di mana sejumlah penguasa Arab tidak memperhatikan hal penting ini dan justru bertindak bertentangan dengan tuntutan rakyat.

Rezim Al Khalifa dan Al Saud adalah rezim-rezim yang tidak memiliki dukungan dari rakyat dan bergerak di jalur yang terpisah dari rakyat.

Rezim Al Khalifa melanjutkan upayanya untuk menumpas revolusi rakyat Bahrain dengan menggunakan cara-cara yang pernah dipakai oleh rezim Zionis selama 70 tahun untuk menumpas rakyat Palestina.

Penangkapan, pembunuhan, pemenjaraan, penyiksaan dan perilaku buruk lainnya adalah pendekatan umum yang diambil rezim Zionis dan rezim-rezim reaksioner Arab termasuk rezim Al Khalifa dan Al Saud, di mana kian hari memiliki dimensi yang lebih luas.

Mogok makan ribuan tahanan Paelstina di berbagai penjara rezim Zionis dan meningkatnya semangat perlawanan rakyat Palestina terutama para pemudanya, menunjukkan resistensi dan langgengnya jalur Intifada untuk melawan Israel.

Intifada rakyat Palestina telah menyebabkan Israel menghadapi persoalan besar. Intifada ini juga menunjukkan bahwa Israel tidak memiliki tempat di Palestina.

Intifada serupa juga terlihat di Bahrain; yaitu "Intifada Rakyat" yang bertujuan mendukung revolusi di Bahrain dan membela Sheik Isa Qassim, ulama besar di negara ini serta menentang segala bentuk normaliasai hubungan dengan Israel.

Rakyat Bahrain tidak akan pernah melupakan penderitaan dan cita-cita rakyat Palestina serta berbagai kejahatan Israel. Kebijakan rezim Al Khalifa yang menerima delegasi-delegasi Israel tidak akan pernah melemahkan tekad rakyat bahrain dalam membela rakyat tertindas Palestina. Dukungan mereka kepada bangsa Palestina justru akan semakin meningkat. (RA)