Represi Rezim Al Khalifa terhadap Rakyat Bahrain dengan Lampu Hijau AS
-
Aksi protes rakyat Bahrain bela Sheikh Isa Qassim
Jurnalis Bahrain mengatakan, rezim Al Khalifa melakukan kejahatan terhadap rakyat Bahrain dengan lampu hijau AS.
Hassan Yusuf, wartawan Bahrain yang berada di Beirut, Lebanon dalam wawancara dengan televisi Almayadeen hari Minggu (28/5) mengungkapkan sepak terjang tentara Bahrain dalam aksi blokade militer terhadap rumah ulama terkemuka Shaikh Isa Qassim yang menimbulkan tragedi Al-Diraz.
Sementara itu, warga al-Diraz melakukan prosesi pemakaman secara simbolis terhadap lima warga Bahrain yang menjadi korban serangan aparat keamanan. Hal itu dilakukan karena rezim Al Khalifa menolak untuk menyerahkan jenazah mereka, bahkan menguburkanya secara rahasia untuk menutupi kejahatannya.
Rezim Al Khalifa pada hari Minggu pekan lalu menjatuhkan vonis penjara selama setahun terhadap Sheikh Isa Qasim dan menyita seluruh kekayaannya atas tuduhan palsu.
Dua hari kemudian, pasukan rezim Al Khalifa menyerang tempat tinggal Sheikh Isa Qassim yang menyebabkan setidaknya lima orang tewas.
200 orang yang berupaya membela ulama besar Bahrain ini juga terluka dalam insiden itu dan 300 lainnya ditangkap.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan demokratis.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain serta memenjarakan mereka.