Bank Sentral Bahrain Stop Transaksi Perbankan dengan Qatar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i38996-bank_sentral_bahrain_stop_transaksi_perbankan_dengan_qatar
Sebagai kelanjutan langkah serempak Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, Bank Sentral Bahrain baru-baru ini memerintahkan bank-bank negara itu mulai hari Kamis (7/6) untuk menghentikan transaksi keuangan dengan bank-bank Qatar.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jun 06, 2017 12:03 Asia/Jakarta
  • Bank Sentral Bahrain
    Bank Sentral Bahrain

Sebagai kelanjutan langkah serempak Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir yang memutus hubungan diplomatik dengan Qatar, Bank Sentral Bahrain baru-baru ini memerintahkan bank-bank negara itu mulai hari Kamis (7/6) untuk menghentikan transaksi keuangan dengan bank-bank Qatar.

IRIB (6/6) melaporkan, Saudi, UEA dan Bahrain, setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan membatalkan seluruh jadwal penerbangan ke negara itu, memberikan kesempatan dua hari kepada warga Qatar untuk meninggalkan negara-negara tersebut. Antrian panjang kendaraan warga Qatar yang ingin meninggalkan wilayah Saudi, di perbatasan kedua negara sudah mulai terlihat.

Stasiun televisi Sky News mengabarkan, ketegangan antara negara-negara Arab dengan Qatar, berdampak pada penyelenggaraan pertandingan piala dunia sepakbola tahun 2022 di Qatar.

Bahrain dan Saudi mengatakan, alasan pemutusan hubungan diplomatik dengan Qatar adalah dukungan Doha atas "kelompok-kelompok teroris" dukungan Iran di kawasan. Sementara Mesir dan UEA mendukung sikap Bahrain dan Saudi tersebut, dan ikut memutuskan hubungannya dengan Qatar.

Keempat negara Arab itu, Senin (5/6) mengumumkan, kami sudah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar.

Meskipun akar ketegangan empat negara Arab itu dengan Qatar kembali pada masalah dukungan Qatar atas kelompok Ikhawanul Muslimin di negara-negara Arab khususnya Mesir, namun sejumlah kalangan berpendapat, pasca lawatan terbaru Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ke Saudi dan penandatanganan kontrak jual-beli senjata kedua negara, serta pidato Trump di konferensi Riyadh, konflik tersebut semakin terbuka. (HS)