Al Khalifa Gunakan Konflik Luar Negeri Bahrain untuk Menarget Oposisi
-
Sheikh Hassan Isa, anggota Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain
Komunitas Hak Asasi Manusia Bahrain mengabarkan penyalahgunaan rezim Al Khalifa atas ketegangan Bahrain dengan Qatar untuk melancarkan tuduhan terhadap ulama dan oposisi Bahrain.
Menurut laporan Rasa News, Komunitas HAM Bahrain dalam pernyataan pada Rabu (9/8/2017) menyinggung langkah rezim Al Khalifa yang menggunakan kesempatan dari konflik dengan Qatar untuk menuduh Sheikh Hassan Isa.
Mereka mengumumkan, rezim Al Khalifa telah berulang kali menggunakan konflik luar negeri Bahrain untuk menarget para aktivis dan oposisi dan merusak citra para aktivis politik dan pembela HAM.
Sheikh Hassan Isa adalah anggota Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain dan mantan anggota parlemen negara ini.
Komunitas HAM Bahrain menyatakan terkejut atas tuduhan baru tehadap Sheikh Hassan Isa, dan menegaskan bahwa penangkapan keji ulama Bahrain ini di Bandara Internasional Manama dilakukan tanpa izin Kejaksaan Agung dan tindakan ini sepenuhnya politis dan ilegal.
Sheikh Hassan Isa ditangkap oleh aparat keamanan Bahrain di Bandara Manama beberapa bulan lalu atas tuduhan apa yang mereka sebut sebagai "bantuan kepada terorisme."
Ulama Bahrain itu hingga sekarang masih mendekam di penjara, bahkan Kejaksaan Agung baru-baru ini memperpanjang satu bulan penahanannya. Perpanjangan ini adalah untuk keenam kalinya.
Sebelumnya, Baqir Darwish, Kepala Forum HAM Bahrain untuk Media juga menekankan dukungan masyarakat Islam kepada tokoh-tokoh nasional dan ulama.
Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.
Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka.(RA)