Al-Wefaq Reaksi Penyiaran Dialog Sheikh Salman dan Mantan PM Qatar
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i42922-al_wefaq_reaksi_penyiaran_dialog_sheikh_salman_dan_mantan_pm_qatar
Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain menilai penyiaran tidak lengkap dialog antara Sheikh Hamad bin Jassim, mantan Perdana Menteri Qatar dan Sheikh Ali Salman, Sekretaris Jenderal al-Wefaq sebagai bentuk ketakutan rezim Al Khalifa.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Aug 17, 2017 13:20 Asia/Jakarta
  • Sheikh Ali Salman, Sekjen Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain
    Sheikh Ali Salman, Sekjen Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain

Komunitas Islam Nasional al-Wefaq Bahrain menilai penyiaran tidak lengkap dialog antara Sheikh Hamad bin Jassim, mantan Perdana Menteri Qatar dan Sheikh Ali Salman, Sekretaris Jenderal al-Wefaq sebagai bentuk ketakutan rezim Al Khalifa.

Menurut laporan FNA, al-Wefaq dalam pernyataannya, menyinggung tindakan terencana televisi Bahrain yang menyiarkan sebagian pembicaraan antara Sekjen al-Wefaq dan mantan PM Qatar.

Komunitas Islam Nasional Bahrain itu menyebutkan, rezim Al Khalifa sengaja menyiarkan pembicaraan tersebut hanya sebagiannya untuk menipu oponi publik dan negara-negara pesisir Teluk Persia, dan merusak citra oposisi.

Berdasarkan pernyataan al-Wefaq, oposisi rezim Al Khalifa bukan bagian dari konflik negara-negara pesisir Teluk Persia dengan Qatar, dan rezim berusaha menutupi berbagai krisis yang dihadapi Bahrain saat ini dengan cara memasukkan mereka ke dalam proses tersebut.

Sebelumnya, televisi pemerintah Bahrain menyiarkan laporan bahwa pada tahun 2011, Sheikh Hamad bin Jassim Al Thani, PM Qatar di masa itu berdialog dengan Sheikh Ali Salman, pemimpin oposisi Bahrain –yang saat ini dipenjara– untuk memastikan bahwa para pengunjuk rasa Bahrain turun di jalan-jalan guna melanjutkan tekanannya terhadap pemerintah Manama.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan aparat keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain dan memenjarakan mereka. (RA)