Rezim Zionis Berusaha Mengusir Warga Kristen al-Quds
-
Gereja di Palestina.
Komisi Islam-Kristen Pendukung al-Quds mengumumkan, rezim Zionis berusaha mengubah al-Quds (Jerusalem) menjadi kota berpenduduk mayoritas Yahudi dengan cara menekan warga Kristen di kota ini dan mengusir mereka.
Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Hanna Issa, Ketua Komisi Islam-Kristen Pendukung al-Quds pada hari Sabtu (4/2/2018) mengatakan, keputusan rezim Zionis Israel untuk mengusir warga Kristen dari kota al-Quds dan pemberlakukan pajak atas properti mereka merupakan hasil dari keputusan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat yang mengumumkan al-Quds sebagai ibukota Israel.
Ia menambahkan, keputusan AS tersebut merupakan lampu hijau bagi rezim Zionis untuk memberlakukan "kedaulatan" terhadap al-Quds, oleh karena itu rezim penjajah ini berusaha mengusir penduduk non-Yahudi dari kota tersebut.

Sejarawan Kristen Palestina itu lebih lanjut menegaskan, rezim Zionis berusaha membantu proyek pembangunan dan perluasan distrik-distrik Zionis serta memberlakukan pembatasan terhadap warga Kristen yang bekerja di gereja-gereja dengan cara memberlakukan pajak terhadap properti mereka.
Sebelumnya, surat kabar Israel Hayom menyebutkan, walikota al-Quds yang berafiliasi dengan rezim Zionis akan memberlakukan pajak terhadap lebih dari 887 gedung gereja di kota al-Quds senilai sekitar 200 juta dolar. (RA)