Haniyeh: Hamas Ingin Jalin Kerjasama dengan Negara-negara Arab
Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menekankan minat gerakan ini untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara Arab terutama negara-negara tetangga.
Ismail Haniyeh mengungkapkan hal itu dalam konferensi internasional di Jalur Gaza ketika menyinggung minat Hamas untuk menjalin hubungan dengan negara-negara Arab. Demikian dilansir Pusat Informasi Palestina, Minggu (10/4/2016).
Ia mengatakan, masalah Palestina yang merupakan dukungan strategis dan nasional bagi cita-cita Palestina memerlukan dukungan dari negara-negara Arab.
Haniyeh lebih lanjut menyinggung penyalahgunaan rezim Zionis Israel terhadap krisis regional dan dunia dalam kerangka melaksanakan proyek-proyek buruknya untuk menghapus isu Palestina. Namun menurutnya, semua proyek itu gagal.
Hamas, kata Haniyeh, bergerak dalam kerangka menghidupkan persatuan nasional, penghapusan konflik internal dan realisasi rekonsiliasi nasional berdasarkan prinsip partisipasi.
"Hamas tidak sedang mengejar tandatangan kesepakatan-kesepakatan baru, namun mengevaluasi bagaimana cara pelaksanaan perjanjian-perjanjian yang telah ditandatangani," ujarnya.
Wakil Ketua Biro Politik Hamas menyebut kelanjutan Intifada al-Quds sebagai peristiwa paling utama Palestina selama beberapa bulan lalu.
Ia meminta anggota-anggota parlemen Arab dan Islam serta Eropa untuk bergerak di jalur dukungan kepada Intifada al-Quds.
Konferensi parlemen internasional digelar di Gaza pada Minggu dengan partisipasi para anggota parlemen Palestina dan negara-negara Arab dan Islam. Salah satu tujuan konferensi ini adalah mengungkap kejahatan Israel di Gaza. (RA)