Ansarullah: PBB harus Tekan Negara Agresor untuk Jalankan Komitmennya
-
Ansarullah Yaman
Kantor Biro Politik Ansarullah Yaman seraya merilis statemen menuntut penerapan represi kepada negara-negara agresor untuk komitmen terhadap janji mereka berdasarkan kesepakatan Swedia.
"Para elit politik Ansarullah telah melakukan langkah penting terkait implementasi kesepakatan Swedia dan merelokasi pasukannya di pelabuhan al-Hudaydah. Dan langkah ini termasuk kemajuan besar dalam merealisasikan keamanan dan dukungan terhadap proses perdamaian di Provinsi al-Hudaydah serta provinsi lainnya di negara ini," kata statemen Biro Politik Ansarullah Yaman seperti dilaporkan Russia al-Youm Ahad (30/12).
Juru bicara militer Yaman, Yahya Saree hari Sabtu (29/12) menyatakan, militer beserta pasukan relawan rakyat memulai pelaksanaan tahap awal kesepakatan Swedia untuk merelokasi pasukannya di pelabuhan al-Hudaydah dan meyerahkan pelabuhan ini kepada pasukan patroli lokal di bawah pengawasan PBB.
Zaifullah al-Shami, Juru bicara pemerintah penyelamat nasional Yaman mengatakan, meski pelabuhan al-Hudaydah telah diserahkan kepada pasukan penjaga pantai lokal di bawah pengawasan PBB, pihak seberang yakni pemeritahan Yaman yang telah mengundurkan diri, sampai kini belum melakukan langkah apapun.
Ia menekankan, sampai saat ini jalan Sanaa-al Hudaydah belum dibuka, karena pihak seberang belum keluar dari wilayah ini.
Pihak-pihak Yaman baru-baru ini di perundingan damai yang digelar mulai 6-13 Desember 2018 di Stockholm Swedia dan dibawah pengawasan PBB mencapai kesepakatan gencatan senjata. Menyusul perundingan ini, gencatan senajta di Yaman mulai diberlakukan Selasa dini hari (18/12). (MF)