Suriah Sebut Koalisi Pimpinan AS Penjahat Perang
-
Kantor Kemenlu Suriah
Pemerintah Suriah menuding koalisi internasional yang menyebut diri anti-Daesh pimpinan Amerika Serikat telah melakukan kejahatan perang.
IRNA melaporkan, Kementerian Luar Negeri Suriah, Ahad (17/3/2019) mengumumkan, pernyataan bersama Amerika, Perancis, Inggris dan Jerman yang dirilis bertepatan dengan peringatan pecahnya krisis Suriah, 15 Maret 2011 adalah bukti sejarah kebohongan dan negara-negara yang mengeluarkan pernyataan tersebut merupakan pihak utama yang bertanggung jawab atas pembunuhan rakyat Suriah dan rakyat negara kawasan lain.
Keempat negara Barat itu mengumumkan, selama belum tercapai proses politik terpercaya dan nyata di Suriah, kami tidak akan pernah memberikan bantuan untuk rekonstruksi negara itu.
Kemenlu Suriah menegaskan, Damaskus tidak pernah sekalipun meminta negara-negara Barat itu untuk membantu merekonstruksi Suriah, karena mereka harus membayar ganti rugi atas pembunuhan dan kerusakan yang telah dilakukannya di negara ini. (HS)