Ansarullah: Perlu Diantisipasi, Ledakan Beirut Berpotensi Terjadi di Yaman
-
Jubir Ansarullah Yaman
Juru Bicara Ansarullah Yaman meminta PBB dan koalisi agresor yang dipimpin rezim Al Saud untuk mengantisipasi potensi kemungkinan ledakan kapal tanker Safar di lepas pantai Yaman supaya insiden ledakan besar Beirut tidak terjadi di negaranya.
Televisi Al-Masirah Yaman melaporkan, Mohammad Abdul Salam mengeluarkan peringatan keras kepada Arab Saudi yang memimpin koalisi agresor terhadap negaranya, dengan mengatakan, "Siapapun yang menyulut perang dan pembunuhan terhadap bangsa ini [Yaman] dan melakukan blokade paling parah, maka masib mereka akan menghadapi masalah besar,".
Di bagian lain pidatonya, Abdul Salam juga mengecam keras Perserikatan Bangsa-Bangsa dan kerjasamanya dengan koalisi Saudi, dengan mengungkapkan, "Siapapun yang menghapus nama rezim pembunuh anak Yaman dari daftar [pelanggaran hak anak] yang memalukan, maka mereka tidak berhak memberikan statemen mengenai kemanusiaan."
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada 15 Juni 2020 mengambil langkah kontroversial dengan menghapus nama Arab Saudi dari daftar hitam rezim pembunuh anak-anak Yaman.
Tidak lama setelah terjadi ledakan di pelabuhan Beirut, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pemerintah Abd Rabbuh Mansour Hadi yang digulingkan telah memperingatkan kemungkinan ledakan kapal tanker minyak Safar .
Kapal tanker Safar telah berlabuh di lepas pantai barat Yaman selama empat tahun di dekat pantai provinsi al-Hudaydah, dan kubu agresor Saudi telah memblokir pasukan Ansarullah untuk memperbaiki kapal tanker yang membawa minyak itu.(PH)