Transformasi Asia Barat, 27 Maret 2021
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i93856-transformasi_asia_barat_27_maret_2021
Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai serangan balasan Yaman terhadap Arab Saudi.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Mar 27, 2021 05:15 Asia/Jakarta
  • Serangan Yaman ke Saudi
    Serangan Yaman ke Saudi

Dinamika Asia Barat sepekan terakhir diwarnai sejumlah isu penting di antaranya mengenai serangan balasan Yaman terhadap Arab Saudi.

Selain itu, Mohammed Bin Salman akan diseret ke pengadilan, militer Israel melakukan blunder dengan membocorkan lokasi pangkalan rahasia dan pangkalan militer terbesar AS di wilayah utara Suriah dihantam roket, kapal kargo Israel dihantam roket di Laut Arab dan Bahrain menolak untuk mengecam pelanggaran HAM Israel atas Palestina.

 

Rudal Yaman

 

Yaman Serang Saudi dengan 26 Drone dan Rudal

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan, pasukan Yaman telah melancarkan serangan balasan ke wilayah Arab Saudi dengan menggunakan 18 pesawat tanpa awak dan delapan rudal balistik.

"Dalam operasi ini, pangkalan dan struktur militer vital milik Arab Saudi menjadi sasaran serangan," kata Saree seperti dilaporkan televisi al-Masirah, Jumat (26/3/2021).

Dia menambahkan, operasi yang menarget berbagai wilayah Arab Saudi tersebut dilakukan dengan menggunakan 18 drone dan delapan rudal balistik.

Menurutnya, di antara lokasi yang menjadi target serangan balasan adalah perusahan minyak Aramco di Ras Tanura, Yanbu, Rabigh, dan Jizan (Jazan), dan pangakalan udara King Abdulaziz.

Jubir Angkatan Bersenjata Yaman menjelaskan, perusahan minyak Aramco diserang dengan menggunakan 12 drone jenis Samad-3  dan delapan rudal balistik jenis  Zolfighar, Badr dan Sair.

"Posisi militer Arab Saudi lainnya di Najran dan Asir diserang dengan enam drone jenis Qasef-2K," ujarnya.

Saree menegaskan, pasukan Yaman sedang mempersiapkan operasi yang lebih keras dan luas.

"Selama blokade dan agresi militer terhadap Yaman berlanjut, serangan pasukan Yaman akan terus berlanjut," pungkasnya.

 

Drone Yaman

 

Serangan Balasan Yaman Menyasar Tangki Minyak Saudi

Kementerian Energi Saudi telah mengonfirmasi serangan pesawat tanpa awak militer Yaman di selatan negara itu dan melaporkan kebakaran di salah satu tangki produk minyak di Jizan.

Seorang pejabat di Kementerian Perminyakan Arab Saudi pada Jumat (26/3/2021) pagi menyebut kebakaran itu sebagai "operasi sabotase".

Pejabat Arab Saudi yang berbicara secara anonim ini mengonfirmasi kebakaran di sebuah stasiun distribusi minyak di Jizan, dan mengklaim tidak ada korban.

Menurut al-Mayadeen, mengutip Kementerian Perminyakan Arab Saudi, rudal Yaman telah menarget lokasi produksi minyak Jizan di barat daya Arab Saudi.

Pasukan Yaman pada Jumat lalu juga melancarkan serangan balasan ke Arab Saudi. Mereka menggunakan enam drone untuk menyerang fasilitas minyak Aramco di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

Pasca serangan rudal dan drone pasukan Yaman, Menteri Luar Negeri Arab Suadi Faisal bin Farhan Al Saud mengumumkan rencana gencatan senjata di Yaman.

Pemerintah Penyelamatan Nasional Yaman telah menyadari niat tersembunyi Arab Saudi dari tawarannya untuk gencatan senjata dan kurangnya keseriusan Riyadh untuk melaksanakan rencana tersebut.

Jubir Ansarullah Yaman Mohammed Abdul Salam, yang juga Ketua Tim Perunding Pemerintahan Penyelamatan Nasional Yaman mengatakan, Arab Saudi sendiri adalah bagian dari agresor Yaman dan setiap rencana yang tidak memperhitungkan fakta bahwa Yaman telah diserang dan diblokade, adalah tidak serius dan bukan hal yang baru.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat bersama dengan beberapa negara lainnya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak tanggal 26 Maret 2015.

Jet-jet tempur Arab Saudi sejak awal invasi, menarget berbagai infrastruktur vital di berbagai daerah dan kota di  Yaman. Pemboman yang dilancarkan hampir setiap hari itu telah menyebabkan lebih dari 100.000 orang tewas, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Serangan tersebut juga menyebabkan puluhan ribu warga Yaman terluka dan lebih dari tiga juta lainnya terpaksa mengungsi. Lebih dari 80 persen insfrastruktur Yaman, terutama di sektor kesehatan, juga luluh lantak.

Blokade darat, laut dan udara oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi juga melipatgandakan penderitaan rakyat Yaman. Rezim Al Saud merupakan pemain utama yang menciptakan tragedi kemanusiaan di Yaman.

 

Mohammed Bin Salman

 

Terima Surat Gugatan, Bin Salman akan Diseret ke Pengadilan

Sebuah lembaga advokasi hukum nirlaba Amerika Serikat, Democracy for The Arab World Now (DAWN), Jumat (19/3/2021) telah menyerahkan surat gugatan kepada Putra Mahkota Arab Saudi atas keterlibatannya dalam pembunuhan Jamal Khashoggi, jurnalis oposan pemerintah Riyadh.

Situs berita www.english.alaraby.co.uk (20/3) menulis, surat gugatan yang diserahkan DAWN kepada Mohammed bin Salman tersebut membuka kesempatan untuk membawa Putra Mahkota Saudi ke persidangan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi.

Surat gugatan DAWN itu menuduh Mohammed bin Salman melakukan persekongkolan, dan perencanaan untuk menculik, mengikat, membius, menyiksa, dan membunuh jurnalis Saudi yang tinggal di Amerika Serikat tersebut, di dalam kantor Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Direktur Eksekutif DAWN, Sarah Leah Witson mengatakan, "Meski Mohammed bin Salman berhasil terhindar dari sanksi pemerintah Amerika Serikat karena keterlibatannya atas pembunuhan Jamal Khashoggi, namun ia tidak akan bisa lolos dari tuntutan sistem peradilan kami atas kerusakan yang telah ditimbulkan bagi kami dan Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi."

 

Militer Israel

 

Blunder, Militer Israel Bocorkan Lokasi Pangkalan Rahasia

Komando Front Internal, Israel Defense Forces, IDF secara tidak sengaja mempublikasikan lokasi-lokasi militer paling rahasia pasukan rezim Zionis Israel di situsnya.

Sebagaimana dikutip surat kabar Haaretz, Selasa (23/3/2021), Komando Front Internal, IDF mengunggah lokasi tes Corona di seluruh wilayah pendudukan, termasuk di pangkalan-pangkalan IDF.

Akan tetapi bukan hanya mempublikasikan lokasi pangkalan IDF saja, mereka bahkan mengungkap lokasi intelijen militer, dan sejumlah pangkalan Angkatan Udara Israel.

Peta lokasi yang dibuat atas kerja sama IDF dan Kementerian Kesehatan Israel dan dibagikan kepada warga Zionis itu, akhirnya dihapus setelah Haaretz mengungkap kesalahan yang dilakukan militer Israel.

Peta itu cukup detail karena menjelaskan batas wilayah, dan nama-nama pangkalan militer Israel. Pihak IDF sendiri kemudian mengakui keteledoran anggotanya dan sudah menghapus peta tersebut dari situs mereka, lalu mengubahnya dengan peta lokasi yang tidak memuat lokasi sensitif.

 

Pangkalan Militer Terbesar AS di Utara Suriah Dihantam Roket

Sejumlah roket menghujani pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di utara Suriah yang terletak di Provinsi Deir Ezzor.

Stasiun televisi Al Mayadeen, Selasa (23/3/2021) melaporkan, serangan roket kelompok tak dikenal ke pangkalan militer Amerika Serikat di Provinsi Deir Ezzor melukai sejumlah tentara negara itu.

Menurut TV Lebanon tersebut, sampai sekarang masih belum jelas siapa pelaku serangan yang menyebabkan kerusakan pada pangkalan militer AS di fasilitas produksi gas Conoco di utara Deir Ezzor, dan menyebabkan sejumlah tentara AS terluka.

Sebagian wilayah utara Suriah dikuasai milisi bersenjata Kurdi dukungan AS yang pada tahun 2017 berhasil merebut pabrik gas Conoco dari tangan kelompok teroris Daesh.

 

 

Media Zionis: Kapal Kargo Israel Dihantam Roket di Laut Arab

Media rezim Zionis Israel melaporkan bahwa sebuah kapal milik rezim ilegal ini terkena roket di Laut Arab.

Sebuah kapal kargo milik perusahaan Israel rusak oleh rudal di Laut Arab pada hari Kamis (25/2/2021).

Seorang pejabat keamanan Israel, yang berbicara secara anonim, mengatakan, kapal itu dalam perjalanan dari Tanzania ke India dan bisa melanjutkan pelayarannya setelah serangan tersebut.

 

 Sidang Dewan HAM PBB

 

Bahrain Tolak Kecam Pelanggaran HAM Israel atas Palestina

Wakil Bahrain di Dewan Hak Asasi Manusia PBB tidak bersedia mengecam pelanggaran HAM yang dilakukan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina.

Stasiun televisi Al Mayadeen, Rabu (24/3/2021) melaporkan, Bahrain untuk pertama kalinya di Dunia Arab, menolak memberikan suara mendukung resolusi Dewan HAM PBB yang mengecam pelanggaran HAM Israel di Palestina pendudukan.

Wakil pemerintah Bahrain tidak hadir dalam sesi voting Dewan HAM PBB untuk memutuskan resolusi yang mengecam kejahatan Israel di Palestina. Dalam resolusi itu Komisaris Tinggi HAM didesak untuk memberikan laporan terkait pelanggaran HAM di Palestina pendudukan.

Sikap Bahrain yang menolak memberikan suara mendukung resolusi yang mengecam pelanggaran HAM Israel memicu kemarahan rakyat Palestina, terutama karena banyak negara Eropa justru memberikan suara mendukung atas resolusi ini.

Bahrain menjadi negara Arab pertama yang keluar dari konsensus untuk mengecam kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina, dan dengan demikian resolusi Dewan HAM PBB ini mendapat 32 suara mendukung, dan 47 suara menolak.(PH)