Sikapi Kekerasan di Quds, Hamas Peringatkan Rezim Zionis
-
Ilustrasi brutalitas aparat keamanan Israel terhadap warga Palestina di Quds.
Ketua Biro Politik Gerakan Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan jika rezim Zionis melanjutkan kebijakan permusuhannya terhadap Quds, maka ketenangan tidak akan ada.
Haniyeh, seperti dikutip Farsnews, Senin (26/4/2021), menganggap bentrokan dan kekerasan terbaru di Quds sebagai perang memperebutkan identitas kota tersebut. Quds tidak sendirian dalam pertempuran ini dan kelompok perlawanan di Gaza siap mendukung orang-orang Quds.
“Peristiwa di Quds telah mematahkan teori tentang normalisasi hubungan dengan musuh Zionis, proposal Kesepakatan Abad, dan teori yang menekankan perundingan,” tambahnya.
Haniyeh menegaskan Quds tidak hanya untuk Palestina, tetapi merupakan poros pertempuran. Dia meminta semua bangsa Arab dan Muslim bersiap memberikan bantuan hakiki kepada rakyat Palestina, dan beralih dari strategi mendukung Quds ke strategi membebaskan Quds.
Di bagian lain, Haniyeh mengatakan Hamas ingin berpartisipasi dalam pemilu dalam konteks sebuah visi yang utuh, dan pemilu di Quds harus menjadi sebuah kompetisi nasional Palestina.
Pemilu parlemen Palestina dijadwalkan berlangsung pada 22 Mei 2021, sementara pemilu presiden akan digelar pada 31 Juli, dan pemilu Dewan Nasional Palestina pada 31 Agustus. (RM)