Sejken Hizbullah: Penyerangan ke Al Quds Berarti Perang Kawasan
May 26, 2021 05:40 Asia/Jakarta
-
Sayid Hassan Nasrullah
Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon menilai keruntuhan rezim Zionis Israel sudah lebih dekat dari sebelumnya, dan penyerangan Al Quds berarti perang kawasan. Menurutnya dampak penyerangan ini tidak lain adalah keruntuhan Israel.
Sayid Hassan Nasrullah, Selasa (25/5/2021) dalam pidatonya memperingati “Hari Raya Perlawanan dan Pembebasan” yaitu penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan pada 25 Mei 2000 mengatakan bahwa kelompok perlawanan di Lebanon hari ini berada dalam kondisi terbaik.
Ia juga mengucapkan selamat atas kemenangan kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza, dan pembebasan wilayah selatan Lebanon.
“Sejak awal saya selalu mengikuti perkembangan perang terbaru di Gaza dari saudara-saudara saya di Lebanon dan di luar negeri. Mulai sekarang di bulan Mei, kita merayakan dua kemenangan besar (yaitu kemenangan Lebanon Selatan atas Israel) pada 25 Mei 2000 dan (kemenangan kelompok perlawanan Palestina di Gaza atas Israel) pada 21 Me 2021,” ujarnya.
Nasrullah menjelaskan, para pemimpin kelompok perlawanan Palestina dan komandan sayap militernya "bersinar terang" dalam perang terbaru di Gaza.
Kepada rezim Zionis, Sekjen Hizbullah mengatakan, “Serangan ke Al Quds dan Masjid Al Aqsa berarti perang kawasan.
Ia menambahkan, Israel tahu sekarang sedang berhadapan dengan sebuah konstelasi yang membuat rezim itu menyadari bahwa dampak setiap tindakan yang dilakukannya di masa depan adalah keruntuhan.
“Seluruh dunia merasa dalam pertempuran ‘Pedang Al Quds’ menyaksikan rakyat Palestina yang bersatu dan bergerak untuk satu tujuan yang sama. Perang 'Pedang Al Quds' telah mengembalikan kredibilitas masalah Palestina di dunia, dan memaksakannya pada media-media global. Salah satu hasil pertempuran ini adalah hidupnya kembali budaya dan semangat perlawanan sebagai satu-satunya jalan untuk merebut kembali tanah yang diduduki. Perang 'Pedang Al Quds' adalah pukulan telak terhadap proses normalisasi hubungan dengan Israel dan media-medianya,” pungkas Nasrullah. (HS)
Tags