Australia Beri Bantuan 74 Juta Dolar kepada Ukraina
-
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese selama kunjungannya ke Kiev mengonfirmasi pemberian bantuan militer lebih besar kepada Ukriana.
Sejak awal serangan Rusia ke Ukraina, Amerika Serikat dan sekutunya meningkatkan tekanan dan sanksi kepada Rusia. Sementara itu, Rusia membalasnya dengan menjatuhkan sanksi kepada sejumlah besar pejabat Barat.
Australia sampai saat ini menjatuhkan sanksi terhadap 828 warga Rusia dan Belarus, termasuk presiden kedua negara ini karena perang di Ukraina. Canberra juga menjatuhkan sanksi terhadap 47 instansi Rusia dan juga membatasi ekspor senjata dan suku cadang, bahan mentah dan peralatan untuk produksi minyak dan gas serta ekspon energi, senjata dan amunisi Rusia.
Menurut laporan ISNA, Anthony Albanese Senin (4/7/2022) mengatakan, menyusul permintaan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang meminta bantuan lebih besar, Australia memberi paket bantuan baru yang mencakup 99,5 juta dolar Australia (senilai 67,8 juta dolar AS). Paket bantuan militer ini terdiri dari 14 kendaraan pengangkut personel lapis baja, 20 kendaraan bergerak yang dilindungi dan peralatan militer lainnya. Paket bantuan ini disalurkan melalui Dana Bantuan Komprehensif NATO untuk Ukraina.
Perdana menteri Australia mengungkapkan, dengan demikian total bantuan militer Canberra ke Ukraina sekitar 388 juta dolar Australia (230,6 juta dolar AS).
Kepala pemerintahan Australia ini menekankan, Canberra mempersiapkan impor produk Ukriana ke Australia bebas bea cukai dan akan campur tangan di Pengadilan Kriminal Internasional (ICJ) untuk mendukung Ukraina dalam kasusnya melawan Rusia.
Australia juga melarang impor emas dari Rusia dan menjatuhkan sanksi kepada sejumlah menteri Rusia. (MF)