Rusia Tolak Penundaan Kesepakatan Pencabutan Sanksi Nuklir Iran
Perwakilan tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina menekankan penolakan terhadap penundaan kesepakatan dalam pembicaraan Wina untuk mencabut sanksi nuklir terhadap Iran.
Putaran negosiasi baru yang berpusat pada pencabutan sanksi AS terhadap Iran, yang dimulai pada 4 Agustus di Wina, berakhir pada 8 Agustus. Dalam putaran perundingan ini, beberapa usulan diajukan oleh Enrique Mora, koordinator Uni Eropa dalam perundingan Wina.
Sebagian besar negara yang berpartisipasi dalam pembicaraan Wina dengan fokus pada pencabutan sanksi yang menindas dan ilegal terhadap Iran, menginginkan penyelesaian negosiasi yang lebih cepat. Tetapi mencapai kesepakatan akhir sedang menunggu keputusan politik Amerika Serikat mengenai beberapa isu penting dan kunci yang tersisa.
Mikhail Ulyanov, Wakil Tetap Rusia di Organisasi Internasional yang Berbasis di Wina hari Selasa (23/8/2022) mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk mencapai kesepakatan pembicaraan Wina guna mencabut sanksi tanpa penundaan lebih lanjut.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengkonfirmasi selama konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad tentang negosiasi untuk mencabut sanksi terhadap Iran bahwa Moskow setuju dengan versi terbaru dari perjanjian JCPOA.
Pernyataan Lavrov ini telah dilontarkan sementara Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar negeri Uni Eropa, juga telah mengumumkan bahwa sebagian besar negara yang menjadi pihak dalam negosiasi nuklir dengan Iran setuju dengan proposal Uni Eropa di Wina.
Dalam sebuah wawancara dengan RTVE Spanyol, Borrell menyinggung pada negara-negara yang menjadi pihak dalam pembicaraan Wina, dengan mengungkapkan, "Kebanyakan dari mereka setuju, dan mengharapkan AS meresponsnya pekan ini, tapi Washington belum memberikan jawaban.".(PH)