Rusia Peringatkan Uni Eropa soal Bantuan Militer ke Ukraina
-
Perang di Ukraina
Departemen Luar Negeri Rusia memperingatkan Uni Eropa terkait dampak berlanjutnya bantuan militer negara-negara anggota organisasi ini ke Ukraina.
Negara-negara anggota Uni Eropa sejak awal krisis Ukraina, bertindak memusuhi Rusia seperti Amerika dan selain menjatuhkan sanksi keras terhadap Moskow, juga memberi bantuan militer, senjata dan ekonomi total kepada Kiev.
Presiden Rusia, Vladimir Putin pada 24 Februari 2022 menginstruksikan militer negara ini untuk melancarkan operasi militer khusus di Ukraina. Instruksi ini diambil setelah Rusia mengakui secara resmi kemerdekaan Republik Donetsk dan Luhansk di kawasan Donbass dari Ukraina.
Menurut laporan FNA, Deplu Rusia sebelumnya berulang kali mengkritik sikap negara-negara anggota Uni Eropa yang mengamini sikap anti-Rusia Amerika terkait krisis Ukraina, dan Selasa (6/9/2022) memperingatkan, Eropa tidak memikirkan hasil bantuan militer kepada Kiev, dan tengah berusaha untuk membuat perang berkepanjangan.
Deplu Rusia ini kepada negara-negara anggota Uni Eropa menyatakan, langkah Uni Eropa di Ukraina membuat keamanan seluruh Benua Eropa dalam bahaya.
Peringatan terbaru Rusia kepada Uni Eropa terkait dampak bantuan militer ke Ukraina dirilis ketika baru-baru ini, pejabat tinggi Eropa seperti Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell dan Menlu Jerman, Annalena Baerbock berbicara mengenai urgensi melanjutkan bantuan militer dan senjata kepada Ukraina.
"Tragedi saat ini akibat langkah rezim neo-Nazi dan nasionalis yang berkuasa di Ukraina dan memulai permusuhan di Donbass," ujar presiden Rusia Senin (5/9/2022).
Vladimir Putin seraya menjelaskan bahwa seluruh upaya Rusia untuk menyelesaikan secara damai mengalami kegagalan, menambahkan, kewajiban Rusia adalah membantu warga Donbass. (MF)