Sudan Ingin Perluas Hubungan Ekonomi dengan AS
Presiden Sudan Omar al-Bashir, melakukan pertemuan dengan delegasi bisnis dan investor Amerika Serikat di Khartoum meskipun namanya berada dalam daftar sanksi pemerintah AS.
Kantor berita Qatar melaporkan, Ahad (26/2/2017), pertemuan itu dilakukan setelah Gedung Putih mengumumkan rencananya untuk menghapus sanksi ekonomi terhadap Sudan.
Dalam pertemuan dengan al-Bashir, delegasi bisnis AS bertukar pandangan tentang peluang investasi Amerika di Sudan.
Menurut keterangan al-Bashir, Khartoum senantiasa menyerukan perluasan hubungan bilateral dan partisipasi Washington di berbagai sektor ekonomi Sudan.
Sudan termasuk salah satu negara yang terkena dampak dari kebijakan imigrasi Presiden Donald Trump.
Kementerian Luar Negeri Sudan mengecam keputusan Trump dan memanggil duta AS di Khartoum ke kantor kemenlu.
Pada Januari 2017, mantan Presiden AS Barack Obama mengeluarkan sebuah perintah eksekutif yang mengakui tindakan positif pemerintah Sudan dan bersedia menghapus sebagian sanksi terkait Sudan. (RM)