Amnesti Minta Trump Berhenti Jual Senjata ke Saudi dan Bahrain
Amnesti Internasional dalam suratnya untuk Donald Trump, meminta Presiden Amerika Serikat itu untuk tidak mengeluarkan izin penjualan senjata ke Arab Saudi dan Bahrain dan tidak menandatangani perjanjian ekspor senjata ke Saudi karena negara itu menyerang Yaman.
Situs berita Al Ahed (27/3) melaporkan, Amnesti Internasional menyinggung bahaya penggunaan Saudi dan Bahrain serta sekutu-sekutu Saudi lainnya atas senjata-senjata buatan Amerika dan menuturkan, penggunaan senjata Amerika di Yaman adalah bukti keterlibatan Washington dalam kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia di negara itu.
Amnesti Internasional menegaskan, para peneliti di lembaga ini menemukan bom-bom Amerika yang sudah diledakkan di tengah reruntuhan rumah warga Yaman dan alat-alat non-militer lainnya.
Di sisi lain, departemen eksekutif Human Right Watch, HRW di Amerika menjelaskan, persetujuan penjualan senjata ke Saudi dan di saat yang sama pelarangan atas warga Yaman untuk berkunjung ke Amerika, berarti menumpahkan bensin di atas api oleh Amerika dan menutup semua pintu.
Terkait hal ini, OXFAM Internasional sebelumnya dalam salah satu pernyataannya memprotes kontrak-kontrak penjualan senjata Inggris dan Amerika ke Saudi dalam setahun terakhir.
OXFAM mengumumkan, kontrak-kontrak ini selain melanggar komitmen nasional, regional dan internasional, juga memainkan peran determinan dalam pembunuhan sedikitnya 10.000 warga tidak bersalah Yaman.
Dengan terus bertambahnya korban sipil dalam agresi militer Saudi dan sekutu-sekutunya ke Yaman, lembaga-lembaga HAM internasional mendesak negara-negara Barat untuk berhenti menjual senjata ke Saudi. (HS)