Mantan Diplomat Rusia: AS Buat Kesalahan Besar Meneror Jenderal Soleimani
-
Letnan Jendral Syahid Qassem Soleimani
Mantan diplomat Rusia menyebut tindakan kriminal militer Amerika Serikat dalam aksi teror terhadap komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) adalah kesalahan besar.
Sergei Vorobyov mengatakan, "Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds dari Pasukan Garda Revolusi Islam, dikenal di seluruh dunia dan di kawasan, dan ia memiliki banyak pendukung di Iran." Demikian IRIB melaporkan.
"Presiden AS Donald Trump ingin menjadi penentu dalam permainan diplomatik dan militer melawan Iran, tetapi gagal melakukannya setelah teror Letjen Soleimani," ungkap Vorobyov.
Media Inggris Middle East Eye pada Selasa (21/04/2020) dalam sebuah analisis menulis, "Sanksi AS tidak dapat menghapus peran kunci Iran di Asia Barat."
"Ada ikatan historis dan religius antara Iran dan Irak, sementara kebijakan dan tindakan memecah belah para aktor seperti Arab Saudi, yang merupakan sekutu Amerika Serikat, justru telah menguntungkan Iran," sebut Middle East Eye sambil menyampaikan bukti dan argumentasinya dalam masalah ini.
Letjen Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), melakukan perjalanan ke Irak pada 3 Januari 2019, atas undangan resmi para pejabat Irak, bersama dengan Abu Mahdi al-Mohandes, wakil ketua Basij Rakyat Irak (al-Hashd al-Shaabi) dan delapan orang lainnya gugur syahid akibat serangan udara pasukan agresor dan teroris Amerika Serikat di dekat bandara Baghdad.
Menanggapi serangan teroris AS, IRGC menembakkan puluhan rudal ke pangkalan militer AS di Ain al-Assad di provinsi Anbar, Irak.