Ketika Uni Eropa Ikut Mendukung WHO Menghadapi Ancaman Trump
https://parstoday.ir/id/news/world-i81554-ketika_uni_eropa_ikut_mendukung_who_menghadapi_ancaman_trump
Epidemi virus Corona di Amerika Serikat, yang menjadi negara dengan kasus Covid-19 paling tinggi di dunia, telah membuat Presiden AS, Donal Trump menuai kritik keras atas buruknya penanganan dan salah kelola dalam mengontrol virus Corona. Alih-alih memperbaiki kinerjanya, Trump justru menyalahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Cina untuk situasi bencana saat ini yang terjadi di Amerika Serikat.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
May 21, 2020 04:58 Asia/Jakarta

Epidemi virus Corona di Amerika Serikat, yang menjadi negara dengan kasus Covid-19 paling tinggi di dunia, telah membuat Presiden AS, Donal Trump menuai kritik keras atas buruknya penanganan dan salah kelola dalam mengontrol virus Corona. Alih-alih memperbaiki kinerjanya, Trump justru menyalahkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Cina untuk situasi bencana saat ini yang terjadi di Amerika Serikat.

Masalah ini telah memicu respons internasional dalam mendukung Organisasi Kesehatan Dunia. Dalam hal ini, Uni Eropa (UE) menegaskan dukungannya untuk WHO pada hari Selasa (19/05/2020). Komisi Eropa telah mengumumkan dukungannya untuk lembaga internasional ini, setelah Presiden Donald Trump mengancam akan memotong bantuan AS ke Organisasi Kesehatan Dunia karena manajemen krisis Corona pemerintahnya yang buruk.

WHO

Ketika ditanya tentang pernyataan Donald Trump baru-baru ini tentang Organisasi Kesehatan Dunia, Virginie Battu-Henriksson, Juru Bicara Komisi Eropa, mengatakan pada konferensi pers di Brussels, "Sekarang saatnya untuk menunjukkan solidaritas, bukan untuk membuat tuduhan atau mengganggu kerja sama multilateral." Menurutnya, Uni Eropa sepenuhnya mendukung kerja sama internasional dalam mengendalikan krisis Corona, karena percaya bahwa dukungan multilateral internasional adalah satu-satunya cara efektif untuk memenangkan pertempuran ini.

Mengkritik Organisasi Kesehatan Dunia, Donald Trump menegaskan ia telah mengabaikan laporan tentang virus Corona, yang terkait dengan bulan Desember 2019. Sebelumnya, presiden kontroversial itu telah menangguhkan partisipasi keuangan AS dalam Organisasi Kesehatan Dunia pada pertengahan April 2020, tetapi Senin lalu ia mengancam akan memutuskan bantuan keuangan AS untuk selamanya, jika  badan yang berafiliasi dengan PBB itu tidak mengambil tindakan selama 30 hari lagi untuk memperbaiki kondisi.

Dukungan nyata UE untuk Organisasi Kesehatan Dunia dalam menghadapi ancaman Trump menunjukkan bahwa bahkan mitra-mitra Eropa Washington terganggu oleh sikap tidak rasional dan ilegal pemerintahan Trump dalam konteks pendekatan unilateralis AS. Terlebih lagi, bukannya ia mempertimbangkan kembali sikapnya, Trump sekarang telah meningkatkan retorikanya dan berbicara tentang memotong dana AS ke WHO, yang memainkan peran penting dalam menciptakan koordinasi global antara negara-negara dalam memerangi penyakit dan memerangi penyebaran epidemi Corona.

Sebelumnya, saingan internasional Washington, Rusia dan Cina, telah berulang kali mengkritik pendekatan Trump dan menyerukan agar menyikapi tindakan Amerika Serikat dan meningkatkan bantuan negara-negara lain kepada Organisasi Kesehatan Dunia. Dalam sikap terbarunya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Ryabkov pada hari Rabu (20/05/2020) mengkritik upaya presiden AS terhadap WHO dan mengatakan Moskow menentang tindakan Washington.

"Ya, ada peluang untuk meningkatkan kinerja organisasi ini ... tetapi kami menentang perusakan segala sesuatu demi mendahulukan politik atau geopolitik satu negara," kata Ryabkov.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga baru-baru ini mengutuk tuduhan AS baru-baru ini terhadap Organisasi Kesehatan Dunia dan Cina pada pertemuan para menteri luar negeri Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO).

Trump, sementara itu, telah menargetkan Cina untuk melepaskan diri dari tekanan kritik atas kesalahan manajemennya dalam menghadapi wabah virus Corona. Pejabat pemerintah AS lainnya, termasuk Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, telah mengambil langkah yang sama dengan bosnya, terus-menerus menyalahkan Beijing atas wabah Corona dan menuntut kompensasi dari Beijing. Namun, pendekatan pemerintah Trump ini jelas sejalan dengan taktik melarikan diri ke depan untuk membebaskan diri dari tanggung jawab mengingat situasi kritis Corona di Amerika Serikat.

Donald Trump, Presiden Amerika Serikat

Epidemi Corona di Amerika Serikat telah menempatkan Trump dalam keadaan yang sangat buruk. Ia sekarang mencoba untuk menuduh Organisasi Kesehatan Dunia dan Cina menyebarkan virus Corona menjelang pemilihan presiden AS, agar dapat menyelamatkan diri dari tuduhan pemerintahnya tidak efektif mengelola wabah virus Corona dan menambah tekanan terhadap Beijing.

Pada saat yang sama, tindakan ini sejalan dengan pendekatan umumnya terhadap permusuhan dengan organisasi dan institusi internasional yang tidak menguntungkan Amerika Serikat. Terlebih lagi, pemerintahan Trump belum mampu mengendalikan penyakit mematikan Covid-19 selama lebih dari empat bulan, dan lebih dari setengah orang Amerika tidak senang dengan cara penanganannya.