Upaya Baru AS untuk Memperpanjang Embargo Senjata Iran
Salah satu ketentuan utama dari kesepakatan nuklir Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB adalah pencabutan embargo senjata Iran lima tahun setelah penerapannya. Mengingat bahwa sanksi akan berakhir pada Oktober 2020, sejauh ini Amerika Serikat bekerja keras untuk mencegah hal ini terjadi.
Dalam hal ini, Brian Hook, utusan khusus pemerintah Amerika Serikat untuk Iran, mengatakan pada hari Kamis (04/06/2020) bahwa pemerintah AS mengadakan konsultasi dengan sekutu regionalnya untuk menyusun rancangan resolusi yang bertujuan untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran, dan juga konsultasi dengan Dewan Keamanan PBB untuk mencapai kesepakatan. Hook juga menyerukan dukungan global bagi upaya AS untuk memperpanjang sanksi.
Dia mengklaim bahwa Washington akan siap untuk menggunakan apa yang disebut "mekanisme pemicu" (trigger mechanism) dalam perjanjian nuklir JCPOA untuk mengembalikan semua sanksi PBB terhadap Iran jika upaya AS gagal dan sanksi terhadap Iran berakhir pada Oktober.
"Kami pikir sanksi ini harus diperpanjang. Kami memiliki hak untuk mengembalikan semua sanksi. Tentu saja, ini bukan preferensi kami. Sangat buruk bagi semua untuk membiarkan sanksi ini berakhir," ujar Hook.
Mengikuti berlakunya Resolusi Dewan Keamanan 2231 pada tahun 2015, pengiriman tujuh jenis senjata, termasuk tank, kendaraan lapis baja, artileri, jet tempur, helikopter, kapal dan rudal ke Iran dilarang. Pembatasan saat ini atas penjualan senjata jenis ini ke Iran akan berakhir pada 18 Oktober 2020, tetapi Amerika Serikat berusaha sekuat tenaga untuk memperpanjangnya. Mengulangi upayanya untuk memperpanjang embargo senjata Iran, Kementerian Luar Negeri AS telah menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS, Morgan Ortagus mengklaim bahwa kami akan menggunakan semua cara diplomatik untuk memastikan bahwa embargo senjata Iran diperpanjang.
Amerika Serikat sedang mencoba untuk memperpanjang sanksi terhadap Iran dengan menggunakan salah satu klausul di JCPOA yang disebut "mekanisme pemicu" untuk memajukan kampanye tekanan maksimum terhadap Iran. Namun, karena fakta bahwa Amerika Serikat telah menarik diri dari perjanjian ini pada Mei 2018, AS bukan lagi pihak dalam "JCPOA", sehingga tidak dapat mengutip klausul perjanjian ini untuk memperpanjang sanksi terhadap Iran.
Pemerintahan Trump telah membuat klaim aneh bahwa Amerika Serikat tidak "melanggar" perjanjian dengan menarik diri dari JCPOA dan masih merupakan salah satu pihak yang terlibat. Namun, argumen Washington telah dikritik dan ditolak oleh anggota kelompok 4 +1.
Menurut Mikhail Ulyanov, Wakil Rusia di PBB yang berbasis di Wina, upaya AS untuk menggambarkan dirinya sebagai anggota JCPOA tidak memiliki dasar dan seperti mengejek akal sehat.
Cina juga telah menyatakan penentangannya terhadap tuntutan AS dan menekankan perlunya membatalkan embargo senjata Iran. Wakil Cina untuk PBB menulis di halaman Twitter-nya, Amerika Serikat belum memenuhi kewajibannya berdasarkan Resolusi 2231 dengan menarik diri dari JCPOA. Negara ini tidak memiliki hak untuk memperpanjang embargo senjata ke Iran, apalagi mengaktifkan mekanisme pemicu.
Anggota Kekuatan Barat dari kelompok 4 + 1, Uni Eropa dan Troika Eropa (Jerman, Perancis dan Inggris) juga skeptis tentang konsekuensi pembatalan embargo senjata Iran di Amerika Serikat dan apakah akan tetap bersama Washington dalam hal ini, sekaligus meragukan klaim Washington bahwa Amerika Serikat masih tetap menjadi anggota JCPOA. Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell dalam sebuah wawancara sebulan lalu menyinggung penarikan diri Amerika Serikat dari JCPOA dan menjelaskan bahwa negara ini sudah tidak termasuk anggota kesepakatan ini.
"Jelas dari pernyataan Trump dan memo Presiden AS pada Mei 2018 bahwa mereka mengumumkan sudah mengakhiri partisipasinya di JCPOA. Amerika Serikat sudah tidak lagi berpartisipasi dalam satu pertemuan pun sejak itu. Jadi jelas bahwa Amerika Serikat tidak lagi menjadi pihak dalam perjanjian ini,' ungkap Borrell.
Mengenai upaya AS baru-baru ini untuk memperpanjang embargo senjata ke Iran, Borrell mengatakan bahwa Amerika Serikat, seperti anggota PBB lainnya, memiliki hak untuk menyerukan embargo senjata.
Dengan demikian, bertentangan dengan klaim Brian Hook, penentangan keras dari anggota Kelompok Timur 4 +1, Rusia dan Cina, dan sikap negatif anggota Barat Uni Eropa terhadap argumen AS menunjukkan bahwa Washington menghadapi jalan terjal dan sangat sulit untuk memenuhi tuntutan ilegalnya untuk memperpanjang embargo senjata Iran.