Des 03, 2016 08:19 Asia/Jakarta

Tentu Anda masih ingat, pada pertemuan lalu, kita telah mengikuti Muhammad dan Hamid yang sedang berjalan-jalan ke Pasar Besar Tehran

Kini, kita akan mengikuti Muhammad dan Hamid yang sedang mendekati seorang penjual jam. Muhammad kemudian bercaka-cakap dengan penjual jam itu. Kini marilah kita ikuti percakapan Muhammad dan si penjual jam di Pasar Besar Tehran. Namun seperti biasa, sebelumnya marilah dengarkan kata-kata berikut ini. Dengarkanlah dengan cermat dan tirukanlah kata-kata berikut.

[ulangi dua kali]

In

این Ini

Saat

ساعت Jam

Chande?

چنده؟ Berapa?

Kudum?

کدام؟ Yang mana?

Talai

طلایی Keemasan

Chehel hezar

چهل هزار 40 ribu

Toman

تومان Toman, mata uang Iran (yang tidak resmi)

Gerun

گران Mahal

Arzun

ارزان Murah

Man daram

من دارم Saya punya

Befarmaid

بفرمائید Silahkan

Inja

اینجا Di sini

Kheili

خیلی Sangat

Ghashang

قشنگ Bagus

Ziba

زیبا Indah

Qeimatesh chande?

قیمتش چنده؟ Harganya berapa?

Do hezar

دو هزار Dua ribu

Tablo

تابلو Papan, lukisan

Tabi'i

طبیعی Alami

Tabi'at

طبیعت Alam

Bahar

بهار Musim semi

Iran

ایران Iran

Chera?

چرا؟ Kenapa?

Chizi

چیزی Sesuatu

Tu Nemikhari?

تو نمی خری؟ Apakah kamu tidak akan membeli?

Furshat

فرصت Kesempatan

Digar

دیگر Lain

Saya harap, Anda telah mendengarkan dengan kata-kata tadi dan mengulangi serta mencatatnya. Kini, marilah kita mendengarkan percakapan antara Muhammad dan penjual jam di Pasar Besar Tehran. Tirukanlah dengan baik kata-kata yang mereka ucapkan.

[ulangi dua kali]

Muhammad

Permisi Tuah, jam ini berapa harganya?

Penjual

Jam yang mana?

Muhammad

Jam yang keemasan ini.

Penjual

Harga jam ini empat ribu toman.

Muhammad

Oh ... mahal.

Penjual

Tentu saja saya juga punya jam yang murah. Jam ini jenisnya juga bagus dan harganya murah.

Muhammad

Harganya berapa?

Penjual

Dua ribu toman.

Muhammad

Tidak. Terima kasih.

Saudara pendengar sekalian, Anda tadi telah mengikuti percakapan antara Muhamma dan penjual jam di Pasar Besar Tehran, bukan? Muhammad tidak jadi membeli jam yang diinginkannya. Kini, marilah sekali lagi mendengarkan percakapan di antara keduanya, kali ini tanpa terjemahan. Dengarkan dengan cermat dan tirukanlah sefasih mungkin.

[dialog]

Muhammad dan Hami kemudian kembali berjalan di Pasar Besar Tehran. Kali ini, Hamid tertarik kepada sebuah lukisan indah bergambar pemandangan alam musim semi di Iran. Hamid pun membeli lukisan itu. Kini, mari kita dengarkan percakapan antara Muhammd dan Hamid selanjutnya.

[ulangi dua kali]

Hamid

Muhammad, lukisan ini bagus bukan?

Muhammad

Ya, sangat indah, sangat alami.

Hamid

Ini adalah pemandangan alam musim semi di Iran. Muhammad, kamu tidak membeli sesuatu?

Muhammad

Sekarang tidak, pada kesempatan lain saya juga akan membeli sebuah lukisan.

Saudara, silahkan mendengarkan percakapan di antara Muhammad dan Hamid sekali lagi, kali ini tanpa terjemahan. Dengarkan dengan cermat dan tirukanlah sefasih mungkin.