Jan 05, 2017 09:58 Asia/Jakarta

Tentu Anda masih ingat, pada pertemuan yang lalu, kita telah mengikuti percakapan Muhammad dan Hamid yang sedang berencana pergi ke sebuah restoran tradisional Iran atau Chai khane.

Kini, Muhammad dan Hamid telah duduk di Chai khane. Muhammad menatap ke sekelilingnya dengan penuh rasa ingin tahu. Di ruangan itu tersedia beberapa meja dan kursi kayu, serta beberapa dipan dan bantal khas Persia. Sebagian pengunjung duduk di kursi dan sebagian lainnya duduk di dipan dengan bersandar pada bantal khas Persia, seperti yang sedang dilakukan Muhammad dan Hamid. Di salah satu sudut restoran itu ada seorang lelaki menyanyikan lagu tradisional Iran sambil memetik sitar. Kini marilah kita mengikuti percapakan antara Muhammad dan Hamid. Namun seperti biasa, sesbelumnya marilah kita dengarkan kata-mata berikut ini. Dengarkanlah dengan cermat dan tirukanlah kata-kata berikut.

[ulangi dua kali]

Che jaleb

چه جالب Alangkah menariknya

Inja

اینجا Di sini

Musiqi

موسیقی Musik

Musiqi zendeh

موسیقی زنده musik yang langsung diperdengarkan, bukan rekaman

Dare

دارد Punya

Un

آن Itu, dia

Agha

آقا Tuan, pria

Dust-e man

دوست من Teman saya

Avaz

آواز Lagu

Avaz-ha

آواز ها Lagu-lagu

Avaz-ha-ye Irani

آواز های ایرانی Lagu-lagu Iran

Un Avaz mikhune

آن آواز می خواند Dia menyanyikan lagu

Saz

ساز Alat musik

Ism

اسم Nama

Chiye?

چیه؟ Apa?

Setar

سه تار Sitar

Saz-e Irani

ساز ایرانی Alat musik Iran

Seda

صدا Suara

kheili

خیلی Sangat

Delneshin

دلنشین Menyentuh hati

Dar chin

دار چین Kayu manis

Chai

چای Teh

Chai dar chini

جای دارچینی Teh beraroma kayu manis

Tu mikhuri

تو می خوری Kamu meminum

Man nemidunam

من نمی دانم Saya tidak tahu

Man fikr mikunam

من فکر می کنم Saya berpikir

Khusmaze

خوشمزه Lezat

Quri

قوری Teko

Man Migiram

من می گیرم Saya akan ambil

Du ta

دوتا Dua

Dizi

دیزی Gulai daging khas Iran

Polo

پلو Nasi

Ma mikhurim

ما می خوریم Kami/kita akan makan

Ma nemikhurim

ما نمی خوریم Kami/kita tidak akan makan

Sabzi

سبزی Sayur

Piyaz

پیاز Bawang

Turshi

ترشی Asinan

Nun

نان Roti

Jaleb

جالب Menarik

Jalebe

جلبه Menarik

Saya harap, Anda telah mendengarkan dengan baik kata-kata tadi dan mengulangi serta mencatatnya. Kini marilah kita mendengarkan percapakan antara Muhammad dan Hamid. Tirukanlah dengan baik kata-kata yang mereka ucapkan.

[ulangi dua kali]

Muhammad

Alangkah menariknya. Di sini juga dimainkan musik secara langsung.

Hamid

Pria itu teman saya. Dia menyanyikan lagu-lagu Iran.

Muhammad

Nama alat musik itu apa?

Hamid

Nama alat musik itu sitar. Sitar adalah alat musik kuno Iran.

Muhammad

Suara alat ini sangat menyentuh hati.

Saudara pendengar sekalian, anda tadi telah mengikuti percakapan antara Muhammad dan Hamid bukan? Kini, marilah kita sekali lagi mendengarkan percakapan di antara keduanya. Kali ini tanpa terjemahan. Dengarkan dengan cermat dan tirukanlah sefasih mungkin.

[dialog]

Saudara, marilah kita dengarkan percakapan Muhammad dan Hamid selanjutnya.

Hamid

Kamu mau minum teh beraroma kayu manis?

Muhammad

Saya tidak tahu, apakah rasanya enak?

Hamid

Ya, saya akan memesan satu teko beraroma kayu manis dan dua porsi dizi.

Muhammad

Apakah kita memakan dizi dengan nasi?

Hamid

(tertawa) tidak. Kita tidak memakan dizi dengan nasi. Kita memakan dizi dengan sayuran, bawang, asinan dan roti.

Muhammad

Menarik sekali.

Marilah kita ulangi dialog tadi sekali lagi.

[dialog]