Okt 14, 2018 06:56 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 14 Oktober 2018.
    Lintasan Sejarah 14 Oktober 2018.

Hari ini, Ahad 14 Oktober 2018 bertepatan dengan 4 Shafar 1440 Hijriah Qamariah, atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 22 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Hulagu Khan Kuasai Baghdad, Ibukota Bani Abbasiah

Mongolia.

784 tahun yang lalu, tanggal 4 Shafar 656 HQ, Hulagu Khan menguasai kota Baghdad, ibukota Bani Abbasiah.

Pasca serangan pasukan Mongol dan Baghdad yang menjadi ibukota kekhalifahan Bani Abbasiah berhasil dikuasai, pada tanggal 4 Shafar 656 Hq, al-Mus'tashim Billah, Khalifah Abbasiah bersama tiga putra, 3 ribu tokoh dan hakim kota Baghdad keluar dari kota dan menghadapi Hulagu Khan sambil menyatakan dirinya menyerah.

Setelah mendengar pernyataan al-Mu'tashim Billah, Hulagu Khan memerintah pasukannya mengeluarkan rakyat dari kota dengan alasan ingin mendata mereka. Setelah rakyat diperintahkan keluar dari kota, Hulagu Khan kemudian memerintahkan pembantaian massal.

Hulagu Khan sendiri memasuki kota Baghdad pada tanggal 9 Shafar dan menghancurkan kota bersejarah itu.

 

Tentara Zionis Melakukan Pembunuhan Massal di Tepi Barat

65 tahun yang lalu, tanggal 14 Oktober 1953, kelompok zionis bersenjata menyerang desa Qibyah di Tepi Barat Sungai Jordan.

Setelah menduduki desa itu, orang-orang zionis itu selama dua hari melakukan pembunuhan massal terhadap warga palestina di desa tersebut dan menghancurkan rumah-rumah mereka.

Aksi teroris ini didalagi oleh komandan tentara rezim Zionis saat itu, Ariel Sharon. Dalam aksi teroris kejam Zionis ini, 42 laki-laki, perempuan, dan anak-anak Palestina tewas. Sejumlah besar warga lainnya luka-luka, puluhan rumah, dan sebuah sekolah dihancurkan dengan bom.

Tentara Zionis sedang memukul seorang pemuda Palestina.

Wafatnya Ayatullah Mohammad Bagher Mohseni Malayeri

23 tahun yang lalu, tanggal 22 Mehr 1374 HS, Ayatullah Mohseni Malayeri, seorang ulama ahli ibadah dan zuhud meninggal dunia.

Ayatullah Mohammad Bagher Mohseni Malayeri merupakan tokoh ulama yang cukup terkenal dan disegani di Hauzah Ilmiah Qom. Ayatullah Mohseni Malayeri dilahirkan di kota Najaf dari keluarga ulama. Sejak kecil Ayatullah Mohseni Malayeri bersama keluarganya pindah ke kota Malayer.

Setelah menyelesaikan tingkat pertama pelajaran hauzah, Ayatullah Malayeri kemudian melanjutkan pendidikannya di Hauzah Mashad. Bersamaan dengan didirikannya Hauzah Ilmiah Qom, Ayatullah Mohseni Malayeri pindah ke kota ini dan belajar kepada pendiri Hauzah Qom, Ayatullah Sheikh Abdulkarim Hairi Yazdi dan setelah itu berguru pada Ayatullah al-Udzma Sayid Hossein Boroujerdi hingga mencapai derajat ijtihad.

Setelah bertahun-tahun menimba ilmu, Ayatullah Mohseni Malayeri kemudia kembali ke kotanya Malayer. Sekembalinya ke kampung halamannya, Ayatullah Malayeri kemudia mendirikan hauzah ilmiah, Huseiniah, perpustakaan dan masjid. Sebagai ulama besar, sehari-harinya beliau mendarmabaktikan umurnya dengan mengajar, menulis dan menuntun masyarakat.