Okt 15, 2018 07:01 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 15 Oktober 2018.
    Lintasan Sejarah 15 Oktober 2018.

Hari ini, Senin 15 Oktober 2018 bertepatan dengan 5 Shafar 1440 Hijriah, atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 23 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Makam Sayidah Ruqayah di Damaskus, Suriah.

Syahadah Sayidah Ruqayah as

1379 tahun yang lalu, tanggal 5 Shafar 61 HQ, Sayidah Ruqayah as gugur syahid.

Ruqayah Khatun atau Fathimah binti al-Husein yang lebih dikenal dengan Fathimah Shaghirah, anak perempuan paling kecil Imam Husein as dari ibu Ummu Ishaq binti Thalhah atau Shah Zanan. Sekaitan dengan usia beliau ketika gugur syahid ada yang menyebut 3, 4, 5 dan 7 tahun. Imam Husein as sangat menyayanginya dan Ruqayah juga sangat dekat dengan ayahnya.

Ruqayah as bersama ayah, saudara, paman dan keluarga Nabi Muhammad Saw pergi ke Karbala. Setelah syahadah Imam Husein as dan para sahabatnya, Ruqayah as bersama keluarga Imam Husein as dan rombongan ditawan oleh pasukan Yazid. Mereka digiring dari Kufah hingga Syam.

Selama di Syam, Ruqayah as setiap harinya menangis karena ditinggal ayahnya dan senantisa mencari ayahnya. Banyak yang menukil bahwa ketika berada di sebuah tempat  reruntuhan di Syam, Ruqayah as melihat kepala ayahnya dan berbicara dengannya. Setelah itu beliau mencium biri ayahnya dan pingsan akibat terlalu banyak menangis. Ketika orang di sekelilingnya berusaha menggerakkannya, mereka menemukannya telah meninggal pada 5 Shafar 61 HQ.

Kini, makam suci Ruqayah di Damaskus, Suriah menjadi tempat ziarah Syiah. Makam suci ini terletak 300 meter timur laut masjid Umawi.

Pengadilan atas Dreyfus

124 tahun yang lalu, tanggal 15 Oktober 1894 dimulailah pengadilan terhadap Alfred Dreyfus, seorang perwira Perancis keturunan Yahudi.

Dreyfus diadili karena dituduh mengkhianati negaranya dengan memberikan informasi militer rahasia kepada Jerman. Pengadilan yang kontroversial ini akhirnya menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup dan penurunan pangkat kepada Dreyfus.

Beberapa tahun kemudian, terbukti bahwa Dreyfus tidak bersalah dan dia dibebaskan dari penjara. Kasus Dreyfus ini dimanfaatkan oleh orang-orang Yahudi dengan melakukan propaganda besar-besaran untuk meningkatkan rasa simpati dunia terhadap bangsa Yahudi.

Ayatullah Ashrafi Isfahani.

Ayatullah Isfahani Dibunuh MKO

36 tahun yang lalu, tanggal 23 Mehr 1361 HS, Ayatullah Ataullah Ashrafi Isfahani, wakil Imam Khomeini dan Imam Jumat provinsi Kermanshah, gugur syahid akibat teror dari kelompok MKO.

Ayatullah Isfahani dalam perjuangan melawan rezim Shah Pahlevi. Aktivitasnya dalam memimpin rakyat Kermansyah membuatnya berkali-kali dipenjara oleh rezim Shah.

Setelah kemenangan revolusi Islam, Imam Khomeini menunjuknya sebagai Imam Jumat di Kermanshah. Pada tanggal 23 Mehr 1361 HS atau 15 Oktober 1983, di saat sedang mendirikan shalat Jumat, beliau dibunuh oleh teroris musuh Islam.

Mengenai beliau, Imam Khomeini berkata, "Saya mengenal almarhum Syahid Ataullah Ashrafi sebagai orang yang memiliki jiwa bersih dari hawa nafsu serta memiliki ilmu yang bermanfaat dan amal saleh."