Lintasan Sejarah 22 Oktober 2018
-
Lintasan Sejarah 22 Oktober 2018.
Hari ini, Senin 22 Oktober 2018 bertepatan dengan 12 Shafar 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 30 Mehr 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Peristiwa Hakamain di Perang Shiffin
1402 tahun yang lalu, tanggal 12 Shafar 38 HQ pagi hari, pasukan Imam Ali as telah siap untuk berperang, tapi Amr bin Ash melakukan tipuan dan memerintahkan pasukan Muawiyah meletakkan al-Quran di atas tombaknya.
Mereka yang melakukan ini berada di barisan terdepan dan di barisan belakang mereka meletakkan apa saja di ujung tombaknya. Mereka berteriak “Laa Hukma Illaa Lillah!” yang berarti tidak ada hukum selain hukum Allah.
Orang-orang Munafik seperti Asy’ats bin Qais di pihak Imam Ali as berusaha melemahkan semangat perang pasukan Imam Ali as dengan mengajak orang-orang untuk melakukan Hakamain (arbitrase). Sementara Imam Ali as sendiri telah memperingatkan bahwa yang dilakukan musuh itu hanya tipu muslihat. Beliau mengatakan dirinya sebagai Kalam Allah yang berbicara. Tapi ucapan beliau tidak mampu mengubah kondisi yang ada. Akhirnya, setiap pasukan menentukan dua orang juri untuk memilih seorang yang harus disepakati dari kedua pihak.
Muawiyah memilih Amr bin Ash. Sementara Imam Ali as berkata, “Bila kita terpaksa melakukan ini, maka Abdullah bin Abbas yang harus kita pilih dan kalau tidak maka Malik al-Asytar an-Nakha’i.”
Asy’ats dan sejumlah penghapal al-Quran, yang nantinya menjadi anggota Khawarij tidak setuju dengan pilihan Imam Ali as dan mengatakan, “Yang harus kita pilih hanya Abdullah bin Qais, yakni Abu Musa al-Asy’ari.”
Kelicikan orang-orang Munafik berhasil menjadikan Abu Musa sebagai wakil. Abu Musa dan Amr bin Ash berbicara di Daumah al-Jandal, sebuah benteng yang terletak antara Madinah dan Syam. Keduanya punya permusuhan dengan Bani Hasyim, khususnya terhadap Imam Ali as. Dengan tipu daya Amr bin Ash berhasil melengserkan Imam Ali as dari khilafah lahiriah. Abu Musa termasuk Munafikin yang pada malam Aqabah, pasca peristiwa Ghadir Khum ingin membunuh Nabi Muhammad Saw.

Pemutusan Hubungan Diplomatik Inggris-Iran
66 tahun yang lalu, tanggal 30 Mehr 1331 HS, Dokter Hossein Fatimi, Menteri Luar Negeri Iran di masa pemerintahan Perdana Menteri Mosaddegh, mengumumkan pemutusan hubungan politik antara Iran dan Inggris.
Setelah disahkan oleh Kabinet, keputusan pemutusan hubungan itu diserahkan kepada Kuasa Usaha Inggris di Tehran.
Doktor Fatimi menyatakan bahwa alasan pemutusan hubungan Tehran-London ini dikarenakan Inggris tidak memenuhi keinginan bangsa Iran yang menyangkut hak-hak Iran, di antaranya dalam masalah nasionalisasi kilang minyak. Ia juga mengingatkan pemerintah London agar mengubah sikap politiknya terhadap Tehran.
Rencana Serangan ke Mesir
62 tahun yang lalu, tanggal 22 Oktober 1956, Perdana Menteri Perancis, Inggris, dan rezim Zionis, dalam sebuah sidang rahasia di Perancis, membahas rencana serangan mereka ke Mesir.
Setelah presiden mesir, Gamal Abdul Naser, mengumumkan nasionalisasi terusan Suez pada tahun 1956, Perancis dan Inggris berniat menduduki terusan itu demi mempertahankan kepentingan ilegal mereka di sana. Di sisi lain, rezim Zionis yang memandang mesir sebagai musuh terbesarnya di dunia Arab, berusaha menggunakan kesempatan itu untuk menyerang Mesir.
Seminggu setelah sidang rahasia itu, ketiga negara tersebut menyerang Mesir. Namun, serangan ini gagal untuk mencapai tujuan yang mereka harapkan.