Okt 24, 2018 07:12 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah 24 Oktober 2018.
    Lintasan Sejarah 24 Oktober 2018.

Hari ini, Rabu 24 Oktober 2018 bertepatan dengan 14 Shafar 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 2 Aban 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.

Muhammad bin Abu Bakar Gugur Syahid

1402 tahun yang lalu, tanggal 14 Shafar 38 HQ, Muhammad bin Abu Bakar gugur syahid di Mesir.

Muhammad bin Abu Bakar bin Abu Quhafah, seorang sahabat dekat Imam Ali as. Ibunya bernama Asma binti Umais yang menikah dengan Imam Ali as pasca meninggalnya Abu Bakar. Imam Ali as mendidik Muhammad bin Abu Bakar sejak kecil dan hal ini menumbuhkan cintanya kepada beliau, sehingga ia menjadi sahabat dekat dan khusus Imam Ali as.

Muhammad bin Abu Bakar ikut Perang Jamal bersama pasukan Imam Ali as dan ia dipilih sebagai gubernur Mesir. Pada saat yang sama, pasukan Muawiyah yang dipimpin oleh Amr bin Ash memprovokasi masyarakat untuk bangkit melawan pemerintahan Muhammad bin Abu Bakar. Perang terjadi begitu dahsyatnya dan perlahan-lahan pasukan Muhammad bin Abu Bakar menjadi lemah. Akhirnya Muhammad bin Abu Bakar ditahan dan pada 14 Shafar 38 HQ, ia dibunuh dengan cara yang keji.

Muhammad bin Abu Bakar terkenal dengan keberaniannya. Ia juga seorang yang berilmu, zuhud dan abid. Ketika Imam Ali as mendengar berita syahadahnya, beliau terlihat begitu sedih dan dalam khutbah-khutbahnya beliau banyak menyebut keutamaan Muhammad bin Abu Bakar.

Naseruddin Shah Tandatangani Draf Struktur Pemerintahan Baru

146 tahun yang lalu, tanggal 2 Aban 1251 HS, Naseruddin Shah menandatangani draf struktur pemerintahan baru.

Musyir al-Daulah, Perdana Menteri Naseruddin Shah di hari-hari terakhir dari tahun pertama kekuasaannya menyerahkan draf kepada Naseruddin Shah yang berisikan usulan prinsip-prinsip pembentukan pemerintahan baru di Iran.

Dalam pembukaan draf tersebut disebutkan setiap lembaga pemerintah Iran disebut Hakim Agung agar Shah tidak berpikiran ada upaya untuk membatasi wewenangnya. Dengan pendahuluan semacam ini, pemerintah baru Iran akan memiliki 9 menteri dan seorang perdana menteri.

Draf tersebut sekaligus menjelaskan tugas dan wewenang para menteri dan perdana menteri. Kesembilan departemen tersebut adalah dalam negeri, luar negeri, perang, keuangan, keadilan, sains, manfaat umum, perdagangan dan pertanian serta keistanaan.

Penetapan sebuah departemen yang mengurusi istana dengan sendirinya urusan istana di bawah pengawasan perdana menteri. Dalam kabinet ini, perdana menteri merupakan jabatan tertinggi.

Poin penting lainnya dalam draf ini, para menteri bertanggung jawab kepada perdana menteri dan dengan sendirinya mereka tidak punya hubungan langsung dengan raja.

Markas Besar PBB di New York.

PBB Berdiri

73 tahun yang lalu, tanggal 24 Oktober 1945, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi didirikan untuk menggantikan Liga Bangsa-Bangsa.

Para wakil dari negara-negara Sekutu pada Perang Dunia Kedua, yaitu Amerika, Uni Soviet, Inggris, dan Perancis, dalam perundingan-perundingan selama perang tersebut telah memulai persiapan pendirian PBB ini. Akhirnya, dalam konfrensi di San Fransisco, Amerika, para wakil dari 50 negara-negara dunia menandatangani piagam pembentukan PBB.

PBB bermarkas tetap di New York. Tujuan utama dididirkannya PBB, seperti yang disinggung dalam piagam PBB, adalah untuk menjaga perdamaian di dunia, mengembangkan hubungan persahabatan antarbangsa, memupuk kerjasama internasional untuk menyelesaikan berbagai masalah ekonomi, sosial, dan budaya, serta mengembangkan penghormatan atas hak asasi manusia dan kebebasan.

Tak dapat disangkal bahwa PBB telah melakukan banyak hal yang patut dipuji. Namun, adanya hak veto untuk lima negara anggota tetap dewan keamanan, yaitu AS, Rusia, Inggris, Perancis dan Cina, telah membuat kebijakan Dewan Keamanan sebagai salah satu badan utama PBB, selalu mengikuti langkah kelima negara tersebut, khususnya Amerika. Sebaliknya, Majelis Umum yang menjadi forum seluruh anggota PBB justru tidak memiliki kekuatan yang berarti dibanding dengan Dewan Keamanan. Ketidakadilan inilah yang telah menghambat keberhasilan PBB dalam mengemban misinya, dan bahkan telah melahirkan protes dari banyak negara anggotanya.