Nov 03, 2018 07:47 Asia/Jakarta
  • Lintasan Sejarah, 3 November 2018.
    Lintasan Sejarah, 3 November 2018.

Lintasan Sejarah hari ini, Sabtu tanggal 3 November 2018 bertepatan dengan tanggal 24 Shafar 1440 Hijriah Qamariah. Menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 12 Aban 1397 Hijriah Syamsiah.

Ibnu Durustuwiyah, Ahli Nahwu Meninggal

 

1093 tahun yang lalu, tanggal 24 Shafar 347 HQ, Ibnu Durustuwiyah, ahli Nahwu meninggal dunia di Baghdad dalam usia 88 tahun.

 

Abu Muhammad, Abdullah bin Jakfar bin Muhammad bin Durustuwiyah, ahli nahwu, bahasa dan sastra Arab lahir di kota Baghdad tahun 258 Hq. Ia juga menguasai ilmu hadis dan dalam ilmu nahwu Ibnu Durustuwiyah mengikuti Ali bin Isa Rummani dan Mubarrad.

 

Ibnu Durustuwiyah banyak meninggalkan karya seperti al-Irsyad, al-Kuttab, Akhbar an-Nahwiyyin dan Ma’ani Syi’r.

Panama Memisahkan Diri

 

115 tahun yang lalu, tanggal 3 November 1903, Panama berhasil memisahkan diri dari Kolombia dan hari ini dijadikan Hari Nasional Panama.

 

Sejak tahun 1501, Panama dijajah oleh Spanyol. Pada saat yang sama, Spanyol juga menjajah Kolombia dan negara-negara Amerika Latin lainnya. Bersamaan dengan serbuan Napoleon ke Spanyol pada awal abad ke-19, perjuangan kemerdekaan pun meletus di seluruh Amerika Latin. Pada tahun 1812, Kolombia menguasai Panama.

 

Pada tahun 1819, Simon Bolivar, pemimpin Kolombia memproklamirkan berdirinya republik Kolombia Raya, yang meliputi Panama. Pada tahun 1903, warga Panama berontak ketika Senat Kolombia menolak memberi izin kepada AS untuk membangun kembali Terusan Panama.

 

Atas dukungan AS, akhirnya Panama memisahkan diri dari Kolombia dan menjadi negara merdeka. Namun akibatnya, AS selalu campur tangan dalam urusan dalam negeri republik ini.

Ayatullah Mirza Hossein Hosseini Wafat

 

110 tahun yang lalu, tanggal 12 Aban 1287 HS, Ayatullah Mirza Hossein Hosseini meninggal dunia dalam usia 93 tahun dan dikuburkan di kota Najaf al-Asyraf, Irak.

 

Ayatullah Mirza Hossein Hosseini yang lebih dikenal dengan sebutan Mirza Hossein Mirza Khalil lahir sekitar tahun 1194 HS di kota Najaf, Irak. Setelah belajar ilmu-ilmu agama tingkat pendahuluan dan menengah kepada ayah dan saudaranya, ia kemudian belajar kepada guru-guru besar seperti Sheikh Mohammad Hassan Najafi, penulis al-Jawahir dan Sheikh Murtadha al-Anshari, sehingga mencapai derajat keilmuan yang tinggi sebagai mujtahid dan marji Syiah.

 

Pasca wafatnya Mirza Bozourgh Shirazi, Ayatullah Mirza Khalil menjadi marji tertinggi Syiah dan kebanyakan Syiah Iran, Irak, Lebanon, India dan sebagian negara-negara Islam lainnya merujuk kepada beliau. Ayatullah Mirza Khalil bahkan menjadi pemimpin Hauzah Ilmiah Najaf al-Asyraf.

 

Ayatullah Mirza Khalil menghabiskan waktunya dengan mengajar dan berhasil mendidik puluhan murid yang kelak menjadi tokoh dunia Syiah. Dalam proses Revolusi Konstitusi, beliau bersama ulama besar lainnya seperti Akhond Mollah Mohammad Kazem Khorasani dan Mirza Abdullah Mazandarani menjadi tiga pilar kepemimpinan kebangkitan ini di Najaf. Beliau tetap menjadi pendukung gerakan Revolusi Konstitusi selama gerakan ini belum terjadi penyimpangan.

 

Ayatullah Mirza Khalil banyak meninggalkan karya ilmiah seperti Kitabun fi al-Ijarah, Kitabun fi al-‘Ashb, Syarah Najat al-‘Ibad dan lain-lain.