Jan 02, 2019 15:37 Asia/Jakarta
  • pameran iptek di Tehran
    pameran iptek di Tehran

Para ilmuwan di Badan Energi Atom Iran, AEOI berhasil menciptakan sebuah Radiopharmaceutical pengobatan baru. Pharmaceutical, Y-90 resin microspheres digunakan untuk mengobati kanker hati metastasis dan kanker hati karsinoma hepatoseluler (HCC).

Saat ini perusahaan Australia, Sirtex Medical adalah satu-satunya produsen Radiopharmaceutical di dunia yang menamai produknya dengan Sirsphere lalu menjualnya ke pasar.

Radiopharmaceutical produk Iran baru-baru ini mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat, FDA dan harga setiap dosis suntikan produk itu berkisar antara 5.000-8.000 euro.

Perusahaan Pars Isotope Iran sekitar tiga tahun lalu sudah memulai penelitian untuk memproduksi Radiopharmaceutical ini dan fase-fase uji coba serta pra-klinis dan melaluinya dengan sukses.

Fase klinis Radiopharmaceutical ini dimulai dengan kerja sama Universitas Ilmu Kedokteran Shiraz dan Tehran, dan beberapa waktu lalu penyuntikan perdana obat ini terhadap manusia dilakukan dengan sukses di rumah sakit pusat Shiraz.

Selain untuk memenuhi permintaan dalam negeri yang cukup tinggi, Radiopharmaceutical ini juga diekspor ke sejumlah negara lain.

Seorang peneliti keturunan Iran dibantu sekelompok peneliti Universitas Harvard, Amerika Serikat berhasil menciptakan sejenis robot dengan kulit yang mirip kulit ular. Robot itu layaknya ular bisa merayap dan dapat digunakan dalam operasi pencarian, penyelamatan dan operasi bedah non-invasif seperti bedah Laparoskopi.

Robot ini dapat masuk ke dalam air, membuka pintunya dan mengangkat beban seberat 1000 kali berat badannya. Peneliti keturunan Iran ini dengan bantuan seni Kirigami membuat sejenis kulit mirip kulit ular untuk robot tersebut. Kirigami adalah variasi dari seni origami yang tidak melipat kertas tapi memotongnya.

Robot ini berbentuk sebuah tabung plastik fleksibel yang secara berkelanjutan dapat meregang dan mengerut. Peneliti keturunan Iran ini dapat menciptakan goresan kecil di atas plastik dan plastik-plastik ini membungkus seluruh bagian tabung fleksibel tersebut.

Saat tabung mengalami peregangan, lapisan atas plastik bergerak ke depan dan menempel di daerah sekitarnya. Hal yang menarik adalah berbagai bentuk potongan dengan beragam metode tetap membuat robot bisa merayap.  

Menurut peneliti ini, dengan metode tersebut terbukti bahwa karakteristik lokomotif kulit ini dapat dihubungkan dengan metode pemotongan.

Seorang peneliti perempuan keturunan Iran di Universitas Northeastern, Amerika Serikat bersama sekelompok peneliti lain terinspirasi dari perubahan warna tubuh Sefalopoda (kelas dalam filum moluska dii dalamnya mencakup semua gurita, cumi-cumi, dan sotong), menciptakan teknik kamuflase baru bagi para tentara untuk menyembunyikan diri saat berperang.

Laut adalah lokasi berbahaya dan setiap saat mungkin saja seekor binatang memangsa sesamanya. Oleh karena itu selama bertahun-tahun dunia bawah laut telah berubah menjadi laboratorium raksasa bagi teknologi-teknologi invasif dan defensif.

Kamuflase merupakan salah satu metode pertahanan terbaik di laut dan dalam hal ini Sefalopoda adalah contoh paling tepat. Jenis binatang ini dapat langsung berubah warna seketika merasa bahaya, bahkan bisa mengubah jaringan kulitnya dengan cepat.

robot

Kemampuan ini disebabkan keberadaan sebuah otot kecil yang aktif di tubuh Sefalopoda. Organ tubuh ini mengandung ratusan ribu pigmen warna dengan diameter 150 kali lebih kecil dari diameter rambut manusia.

Pigmen warna ini memiliki sebuah membran yang dapat menyembunyikan atau memunculkan pigmen-pigmen warna itu dalam waktu sepersekian detik. Peneliti keturunan Iran ini bersama timnya meniru cara yang dipakai oleh hewan tersebut dan sekarang teknik itu banyak digunakan di industri tekstil.

Dengan bantuan pigmen-pigmen warna itu, saat ini dapat diciptakan gadget, layar sentuh dan kain yang mampu menerima warna lebih baik. Dengan kata lain, teknologi ini membantu para tentara untuk melakukan kamuflase dengan lebih baik.

Menurut para peneliti, di masa depan teknik ini dapat digunakan untuk mendesain sel-sel surya.

Seorang ilmuwan keturunan Iran dengan kerja sama para ilmuwan di Institut MARCS, Western Sydney University, Australia berhasil menciptakan sejenis laring buatan yang bekerja dengan bantuan sistem pernafasan pasien dan dapat menghasilkan suara dengan kualitas tinggi.

Berbeda dengan prostesis-protesis biasa yang membutuhkan pintu masuk saraf dan otot laring, PAL Pneumatic Artificial Larynx bekerja dengan bantuan sistem pernafasan seseorang dan untuk memasangnya tidak membutuhkan operasi bedah.

Menurut ilmuwan Iran, standar perawatan kesehatan biasa membutuhkan protesis pada leher yang dipasang melalui proses operasi bedah. Luka ini tetap menganga sampai pasien dapat bernafas setelah operasi laring.

Selama operasi bedah merupakan teknik invasif dan biasanya setelah itu terjadi infeksi serta muncul berbagai permasalahan dan suara pasien berubah menjadi lebih besar, para peneliti dalam uji coba-uji coba pra-klinis saat meneliti suara bionik, menciptakan sebuah versi elektronik mesin PAL yang dinamai Pneumatic Bionic Voice, PBV.

Alat ini menghasilkan sejenis suara dengan menggunakan nafas pasien yang berubah seiring dengan pergerakan mulut dan lidahnya. Peneliti ini menunjukkan bahwa alat ini secara khusus bekerja dengan pernafasan pasien.

Pada kenyataannya protesis membantu laring dengan bekerja tanpa memerlukan saraf. Selain itu, kualitas suara yang dihasilkan jauh lebih baik dari standar yang biasa digunakan. Alat ini mencakup sebuah selang yang terhubung dengan mulut pasien lewat lubang pada lehernya.

Para peneliti bermaksud menciptakan sebuah protesis operasional PBV sebagai unit kontrol yang bekerja pada Stoma (saluran buatan yang dibuat dokter di tubuh untuk menggantikan lubang alami) dan setelah itu dari unit sumber suara diletakkan di langit-langit mulut. Peneliti meyakini alat ini adalah protesis non-invasif elektronik pertama di dunia.

Para peneliti di Universias Cambridge untuk pertama kalinya merancang sebuah profil genetik akurat manusia yang mampu mendeteksi kondisi kesehatan setiap orang sejak masa kelahiran. Profil ini akan memperbarui diri seiring berjalannya waktu dan mempermudah proses deteksi kondisi kesehatan seseorang.

Para pakar kesehatan berharap dengan terbukanya kemungkinan dilakukannya tes genetik di dalam rumah dengan biaya rendah dan akurasi tinggi, identifikasi para penderita berbagai penyakit dapat lebih mudah dilakukan dan dengan cara ini selain bisa menyelamatkan nyawa manusia, juga menghemat miliaran dolar biaya kesehatan dan pengobatan.

Profil-profil genetik tersebut dapat memprediksi kemungkinan seseorang terserang 10 jenis penyakit berbahaya. Sebagai contoh, seseorang yang menggunakan profil itu sejak awal kelahirannya akan menyadari bahwa kemungkinannya terserang penyakit diabetes dalam beberapa tahun ke depan sebesar 10 persen.

Tingkat kemungkinan ini untuk penyakit kanker dada diprediksi 50 persen dan penyakit jantung 90 persen.

Dalam penemuan baru ini, setiap manusia bisa memiliki kemampuan memprediksi kondisi kesehatannya bukan hanya untuk beberapa tahun ke depan, tapi selama masa hidupnya.

Informasi-informasi profil genetik ini dapat memperbarui diri seiring berlalunya waktu dan tergantung pada situasi seperti lingkungan hidup dan gaya hidup. Para peneliti hingga kini belum mengumumkan waktu tepat sehingga penemuan baru ini memungkinkan untuk digunakan.[]