Penulis Lebanon: Mustahil untuk Melucuti Senjata Hizbullah
https://parstoday.ir/id/news/daily_news-i182710-penulis_lebanon_mustahil_untuk_melucuti_senjata_hizbullah
Pars Today - Penulis dan analis politik Lebanon menyatakan bahwa melucuti senjata Hizbullah sangat sulit, kecuali jika Hizbullah sendiri memutuskan untuk melakukannya sesuai dengan kesepakatan regional.
(last modified 2025-12-22T03:40:23+00:00 )
Des 22, 2025 10:37 Asia/Jakarta
  • Pasukan Hizlbullah
    Pasukan Hizlbullah

Pars Today - Penulis dan analis politik Lebanon menyatakan bahwa melucuti senjata Hizbullah sangat sulit, kecuali jika Hizbullah sendiri memutuskan untuk melakukannya sesuai dengan kesepakatan regional.

Menurut laporan IRNA, Mikhaiil Awad, penulis dan analisi politik Lebanon menambahkan, "Baik pemerintah Lebanon maupun tentara Lebanon tidak memiliki kemampuan untuk mengambil langkah itu tanpa persetujuan Hizbullah."

Awad menambahkan kepada Kantor Berita Shehab, Tidak ada kekuatan politik, sekte, atau bahkan lembaga resmi yang akan mengikuti perintah Amerika Serikat dan Israel untuk melucuti senjata Hizbullah secara paksa, karena ini akan menyebabkan perang dan konflik sipil.

"Selain itu, keseimbangan kekuatan tidak menguntungkan pihak mana pun yang mengikuti perintah itu. Jelas bahwa Presiden Lebanon Joseph Aoun dan komandan militer sangat menyadari hal ini. Mereka sedang bermanuver untuk mengulur waktu sampai situasi regional berubah," ujarnya.

Analis politik Lebanon ini mengklarifikasi, "Inilah yang dipahami utusan AS (Tom Barak) ketika ia menggambarkan tentara Lebanon sebagai lemah dan tidak terorganisir, dan mengumumkan bahwa pemerintah Lebanon berbohong dan bermanuver serta negara Lebanon sedang gagal."

Awad menjelaskan bahwa pernyataan-pernyataan ini merupakan peringatan tentang kemungkinan eskalasi militer terhadap Lebanon oleh rezim Zionis, yang bahkan dapat menyebabkan kehancuran tentara itu sendiri dan sumber daya negara, serta menciptakan perselisihan dalam masyarakat dan antarkelompok, dan menghilangkan keberadaan warga Palestina dan pendukung Hizbullah di Lebanon.

Ia menekankan bahwa serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut dan praktis tidak akan berhenti, karena keputusan utusan AS, Thomas Barak, bersama dengan Perdana Menteri Israel Netanyahu, adalah untuk mengendalikan Lebanon dan mengubahnya menjadi protektorat utara serta menghilangkan perlawanan dengan menggunakan tangan orang Lebanon, yang mustahil dalam situasi saat ini.

Awad menekankan bahwa lembaga-lembaga resmi Lebanon dan kekuatan-kekuatan lainnya berupaya mencegah agresi yang meluas terhadap negara tersebut dan menghilangkan segala dalih untuk serangan semacam itu, dan mereka hanya akan menanggapi tekanan Amerika sejauh hal itu tidak menyeret negara tersebut ke dalam konflik internal dan perang saudara.

Ia mengatakan, "Namun, Netanyahu berupaya sekuat tenaga untuk menghancurkan Lebanon guna mencegah pemulihannya dan mencoba mencapai kesepakatan dengan elemen-elemen internal untuk menerapkan rencana yang akan membawa negara tersebut ke dalam spiral kekacauan, sesuatu yang semua orang coba hindari."(sl)