Setelah Memutus Kerja Sama dengan AS, Venezuela Temukan 70 Ton Narkoba
-
Penemuan 70 ton narkoba di Venezuela
Pars Today - Menteri Dalam Negeri Venezuela saat mempresentasikan laporan keamanan 2025, mengumumkan bahwa negaranya telah mencapai rekor bersejarah dalam penemuan pengiriman narkoba setelah memutus kerja sama dengan Badan Penegakan Narkoba AS (DEA) dan telah memulihkan keamanan rumah-rumah warga dengan menghancurkan geng-geng kriminal.
Menurut laporan IRIB dari Caracas, Diosdado Cabello, Menteri Dalam Negeri Venezuela dan tokoh terkemuka Revolusi Bolivarian, mempresentasikan laporan tentang pencapaian keamanan negaranya pada tahun 2025 dalam sebuah acara penambahan peralatan baru ke armada pasukan keamanan, yang dianggap sebagai bantahan terhadap klaim Barat.
Mengacu pada perjuangan tanpa henti angkatan bersenjata Venezuela melawan geng-geng terorganisir, Cabello mengatakan, "Pada tahun 2025, kami melakukan pertempuran sistematis dan terkoordinasi melawan kelompok-kelompok kriminal. Kesatuan komando dan kerja tim telah menjadi rahasia keberhasilan kami dalam menekan kelompok-kelompok ini."
Menteri Dalam Negeri Venezuela menyindir klaim Washington bahwa Caracas hanya sedikit berupaya memerangi perdagangan narkoba, dan menyampaikan statistik yang mengejutkan dengan mengatakan, "Tahun ini, setelah sepenuhnya memutuskan hubungan dengan Badan Penegak Narkoba AS (DEA), kami berhasil menyita hampir 70 ton narkoba, yang merupakan jumlah penyitaan tertinggi dalam sejarah negara ini (tidak termasuk tahun pertama pemutusan hubungan)."
Ia menekankan bahwa pengusiran agen-agen Amerika yang ikut campur dalam urusan internal dengan kedok pemberantasan narkoba bukan hanya tidak membahayakan keamanan, tetapi juga meningkatkan efisiensi operasional pasukan Venezuela.
Cabio menyatakan bahwa saat ini tingkat kejahatan di Venezuela adalah salah satu yang terendah di dunia, dan menganggap pencapaian ini sebagai hasil langsung dari kemandirian keamanan dari Amerika Serikat.
Ia juga melaporkan dengan membandingkan statistik dengan tahun 2024, "Tahun ini kita menyaksikan penurunan 340 pembunuhan dibandingkan tahun lalu, ini bukan hanya angka. Ini berarti menyelamatkan nyawa 340 orang dan melindungi 340 keluarga lewat upaya tidak kenal lelah pasukan keamanan."(sl)