Baghai Hamaneh: Simpati AS bagi Warga Iran Munafik
-
Esmaeil Baghaei Hamaneh, Dubes dan Watap Iran di kantor PBB dan organisasi internasional di Jenewa
Duta Besar dan Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk kantor PBB dan organisasi-organisasi internasional yang berbasis di Jenewa, menyinggung intensifikasi sanksi kemanusiaan AS dalam situasi saat ini dan menggambarkan simpati negara ini terhadap rakyat Iran dengan alasan hak asasi manusia sebagai munafik dan tidak berdasar.
Esmaeil Baghaei Hamaneh, Duta Besar dan Wakil Tetap Iran di kantor PBB dan organisasi-organisasi internasional yang berbasis di Jenewa pada hari Senin, 9 Maret, pada sesi ke empat puluh tiga dari sidang Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa, mengkritik kelanjutan pendekatan bias dan politisasi beberapa negara terhadap hak asasi manusia Iran menyebut penyalahgunaan mekanisme hak asasi manusia untuk memberikan tekanan politik pada negara-negara sasaran merupakan pelanggaran besar terhadap hak-hak Dewan Hak Asasi Manusia dan menyerukan penghentian pendekatan destruktif ini yang dilakukan oleh para pendiri resolusi anti-Iran.
Baghaei Hamaneh menilai teror Letnan Jenderal Qassem Soleimani, Komandan Pasukan Quds, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), sebagai contoh jelas pelanggaran buruk atas semua norma dan standar internasional, dan menggambarkan Syahid Soleimani sebagai "pembela hak asasi manusia dan martabat manusia", seraya menjelaskan, upaya Syahid Soleimani telah menyelamatkan jutaan orang dari kejahatan Daesh (ISIS) dan terorisme.
Dubes dan Watap Iran untuk PBB dan organisasi internasional yang berbasis di Jenewa menambahkan, "Perjuangan Syahid Soleimani memungkinkan bagi rakyat Irak dan Suriah untuk mendapatkan kembali hak asasi mereka yang dilanggar oleh Daesh."
Menurut laporan ini, perwakilan dari negara-negara di sidang keempat puluh tiga Dewan Hak Asasi Manusia PBB atas saran Dubes Iran di Jenewa untuk menghormati para korban virus Corona dan pengorbanan staf medis dengan menundukkan kepala hening selama satu menit.