Tindakan Saudi-AS Membuat Banyak Orang Yaman Terbunuh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i103068-tindakan_saudi_as_membuat_banyak_orang_yaman_terbunuh
Perusahaan minyak nasional Yaman menyatakan bahwa koalisi Saudi-Amerika telah membunuh lebih banyak orang Yaman dengan menyita kapal tanker, sehingga pasokan bahan bakar untuk fasilitas-fasilitas vital terhenti.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 16, 2021 09:36 Asia/Jakarta
  • Salah satu kapal tanker Yaman.
    Salah satu kapal tanker Yaman.

Perusahaan minyak nasional Yaman menyatakan bahwa koalisi Saudi-Amerika telah membunuh lebih banyak orang Yaman dengan menyita kapal tanker, sehingga pasokan bahan bakar untuk fasilitas-fasilitas vital terhenti.

"Kami menyerukan diakhirinya perompakan dan perilaku arogan oleh negara-negara koalisi agresor pimpinan Saudi yang terus-menerus menyita kapal tanker pembawa produk olahan minyak dan mencegahnya merapat di pelabuhan al-Hudaydah," kata pernyataan perusahaan minyak nasional Yaman pada Senin (16/8/2021) seperti dilaporkan televisi Almasirah.

Pernyataan itu menganggap negara-negara agresor dan PBB bertanggung jawab atas konsekuensi tragis akibat perompakan laut yang dilakukan koalisi Saudi-Amerika.

"Mereka secara langsung bertanggung jawab atas terhentinya pelayanan lembaga-lembaga penting di Yaman," tambahnya.

Statemen ini mencatat bahwa penyitaan kapal tanker merupakan pelanggaran nyata terhadap norma-norma dan perjanjian internasional, yang menganggap serangan terhadap kepentingan sipil sebagai kejahatan dan merupakan upaya lain untuk membunuh orang-orang Yaman.

Koalisi Arab Saudi selalu menyita kapal Yaman yang membawa bahan bakar, makanan, dan peralatan medis. Dalam enam tahun terakhir, Yaman menghadapi kekurangan bahan bakar, makanan, dan peralatan medis yang parah akibat blokade yang diberlakukan Saudi.

Pemerintah Yaman di Sana'a berulang kali menyatakan bahwa melarang kapal pengangkut bahan bakar yang memiliki izin bersandar di al-Hudaydah, merupakan bentuk genosida.

Pemerintah menambahkan bahwa jutaan pasien anak-anak terancam meninggal dunia akibat blokade Yaman dan larangan masuknya obat-obatan. (RM)