Krisis Ukraina Menurut Sayid Hasan Nasrullah; Runtuhnya Moral Barat
-
Perbandingan sikap Barat terhadap pengungsi Ukraina dan Negara Muslim
Sekjen Gerakan Perlawanan Islam Lebanon (Hizbullah) Sayid Hasan Nasrullah di pidatonya mengatakan bahwa krisis Ukraina menunjukkan runtuhnya moral Barat.
Sayid Hasan Nasrullah memperingati Hari Veteran menyampaikan pidato. Mayoritas pidato Sayid Hasan berkaitan dengan serangan Rusia ke Ukraina. Poros pidato tersebut menyebutkan krisis Ukraina menguak runtuhnya moral Barat.
Palestina adalah wilayah pertama di mana banyak kejahatan dilakukan. Rezim Zionis Israel selain melancarkan perang berulang, juga sejak 15 tahun silam juga memblokade total Jalur Gaza. Meski demikian Dewan Keamanan dan negara-negara Barat memilih bungkam menyaksikan kejahatan rezim Zionis ini. Sekjen Hizbullah meyakini, "Amerika Serikat tidak mengindahkan nilai-nilai kemanusiaan dan hukum internasional. Amerika bukan saja tidak mengecam kejahatan Israel, bahkan mencegah Dewan Keamanan terlibat di kasus Palestina."
Perang Amerika Serikat terhadap berbagai negara merupakan bagian lain yang disinggung Sayid Hasan Nasrullah. Di abad 21 saja Amerika secara resmi terlibat perang di dua negara, Afghanistan dan Irak, melakukan intervensi militer di krisis Suriah dan Irak, serta berulang kali warga sipil menjadi korban aksi militer Amerika. Di samping perang, Amerika juga melancarkan teror terhadap Jenderal Qassem Soleimani, komandan pasukan Quds IRGC dan Abu Mahdi al-Muhandis, wakil komandan Hashd al-Shaabi di wilayah Irak, tapi kejahatan Amerika ini tidak pernah diselidiki dan ditindaklanjuti.
Yaman merupakan sektor ketiga yang mengalami beragam kejahatan kemanusiaan. Koalisi Arab Saudi dengan dukungan langsung Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa melancarkan agresi ke Yaman sejak 26 Maret 2015 dan perang ini akan memasuki tahun kedelapan. Berdasarkan laporan PBB, Yaman menghadapi tragedi kemanusiaan terbesar di abad 21. Yaman merupakan sektor paling nyata yang menunjukkan runtuhnya moral Barat. Sayid Hasan Nasrullah terkait hal ini mengatakan, "Bagaimana dengan pengepungan Yaman selama tujuh tahun? Pengiriman bahan bakar ke Yaman dihalangi dan dunia bungkam menyaksikannya, karena rakyat Yaman bukan warga kulit putih."
Isu penting lain pidato Sayid Hasan Nasrullah adalah diskriminasi terkait pengungsi. Di kondisi sistem global saat ini, warga Yaman, Palestina, Suriah dan Ukraina tercatat sebagai bagian utama pengungsi dunia. Meski demikian, hanya isu pengungsi Ukraina yang diliput dan dibahas Barat serta media mereka.
Dengan demikian, sekjen Hizbullah menyatakan, "Runtuhnya moral Barat dalam menyikapi pengungsi dan diskriminasi terhadpa mereka berdasarkan agama, etnis dan warna kulit sangat kentara." Dengan kata lain, ketika negara-negara Barat mengabaikan pengungsi negara-negara Muslim, pengungsi Ukraina justru diperhatikan. Meski perhatian serius terhadap kondisi pengungsi berbagai negara termasuk Ukraina sebuah keharusan di sistem global saat ini, tapi kata kunci seperti pengungsi dan peliputan kondisi mereka yang berlebihan cenderung sebagai alat untuk menekan Rusia, ketimbang kekhawatiran sejati atas kondisi mereka.
Mengingat bukti-bukti seperti ini, Sayid Hasan Nasrullah meyakini krisis Ukraina telah menguak runtuhnya moral Barat. Barat menggulirkan nilai-nilai moral sebagai nilai-nilai global, bahkan menyebut nilai-nilai tersebut sebagai sumber kekuatan lunaknya. Tapi demikian, krisis Ukraina telah menunjukkan pendekatan tebang pilih Barat, khususnya Amerika Serikat terkait isu, nilai-nilai serta moral. (MF)