Hamas dan Jihad Islam Tanggapi Kesyahidan Pemuda Palestina di Al Khalil
Gerakan Jihad Islam Palestina dan Hamas mengumumkan bahwa rezim Zionis akan membayar harga yang lebih mahal dengan kejahatan barunya yang hanya akan menyebabkan perlawanan lebih gigih untuk melawan rezim Zionis.
Alaa Khalil Qaisiyah, seorang pemuda Palestina ditembak oleh seorang pemukim Zionis bersenjata di distrik Teneh Omarim, selatan Al Khalil yang terletak di selatan Tepi Barat, Jumat pagi.
Menurut kantor berita Saut al-Quds, gerakan Jihad Islam Palestina dalam sebuah pernyataan sebagai tanggapan atas kesyahidan Alaa Khalil Qaisiyah hari Jumat (26/5/2023) mengumumkan bahwa kejahatan terbaru rezim zionis akan menyebabkan perlawanan semakin gigih untuk mencapai kemenangan di Masjid Al-Aqsa.
Gerakan Jihad Islam menegaskan bahwa kejahatan rezim Zionis terhadap bangsa Palestina akan membuat rezim ini, militer dan pemukimnya akan menghadapi pembalasan yang lebih berat.
Sementara itu, gerakan Hamas menekankan bahwa kejahatan rezim Zionis hanya berujung semakin gigihnya perlawanan untuk menyingkirkan penjajah.
"Kejahatan ini akan mengarah pada kelanjutan jalan perlawanan dan revolusi hingga pembebasan penuh tanah Palestina, juga tempat suci Islam dan Kristen serta Masjid Al-Aqsa," tegas Hamas dalam pernyataannya.
Kantor berita Sama mengumumkan bahwa kesyahidan Alaa Khalil Qaisiyah menyebabkan jumlah syuhada Palestina sejak awal tahun baru (2023) mencapai 157 orang, 36 syahid berasal dari Jalur Gaza dan 26 syahid tersebut adalah anak-anak.(PH)