Mengapa Pejabat-Pejabat Barat Berdatangan ke Tel Aviv, Ini Jawabannya!
Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khemenei menanggapi kunjungan berturut-turut pejabat Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara Barat ke Tel Aviv setelah serangan para pejuang Palestina.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas telah melancarkan operasi Badai al-Aqsa pada 7 Oktober 2023 untuk membalas berbagai kejahatan rezim Zionis Israel terhadap rakyat Palestina. Operasi ini menimbulkan kerugian besar terhadap Israel.
"Anda menyaksikan bahwa presiden Amerika Serikat dan para pemimpin negara-negara penindas dan jahat: Inggris, Prancis, dan Jerman, melakukan kunjungan berturut-turut ke Palestina pendudukan (Israel), untuk apa kunjungan tersebut? Kunjungan ini dilakukan karena mereka melihat rezim Zionis sedang menuju kehancuran. Mereka melihat rezim Zionis di ambang kemusnahan. Mereka memahami masalah ini. Untuk itu, mereka datang ke sana untuk mencegah kehancuran rezim Zionis," kata Ayatullah Khamenei dalam pidatonya di hadapan ratusan anggota Panitia Kongres Nasional Peringatan 6.555 Syahid Lorestan, Rabu (25/10/2023).
"Jika bahaya kehancuran dan kemusnahan tidak mengancam rezim perampas, maka orang-orang jahat dunia ini tidak melihat ada hal yang mengharuskan mereka untuk datang ke sana secara terus menerus dan mengungkapkan solidaritasnya. Hal ini menunjukkan bahwa pukulan yang menerpa rezim Zionis merupakan pukulan yang benar-benar kuat dan menentukan," tegasnya.
Rahbar menjelaskan, tentunya, rezim yang didera pukulan, terluka dan roboh ini dipaksa untuk bisa berdiri dengan cara diberi peralatan persenjataan dan bom, namun kerena tidak mampu menjangkau (menarget) para pejuang Palestina, dan tidak akan pernah bisa menjangkaunya, mereka kemudian membalas dendam dengan cara menyerang warga sipil yang tak berdaya, dengan menjatuhkan bom terhadap masyarakat sipil.
"Para pejuang selalu siap untuk mengambil tindakan, dan mereka selama ini tetap menjaga semangat, motivasi dan kekuatan untuk melakukan tindakan, dan Insya Allah, kesiapan ini akan berlanjut," tegasnya.
Rahbar juga menanggapi tuduhan pejabat-pejabat AS dan sejumlah negara Barat yang menyebut Hamas sebagai teroris.
Menanggapi tuduhan tersebut, Ayatullah Khemenei mengatakan, apa yang ingin saya tekankan di sini adalah negara-negara Muslim tidak boleh pasif dan kalah, dan jangan sampai mengulangi kesalahan (tuduhan) yang dilakukan pejabat AS atau sebagian negara Barat, yang menyebut orang-orang yang membela rumah dan tempat tinggal serta tanah airnya sebagai teroris.
"Apakah orang-orang yang membela rumah dan tempat tinggal, serta tanah airnya dari musuh, adalah teroris? Pemerintah fiktif, palsu dan penindas yang merampas tempat tinggal dan tanah air orang-orang, ia itu yang teroris," tegas Rahbar dalam pidatonya di hadapan ratusan anggota Panitia Kongres Nasional Peringatan 6.555 Syahid Lorestan, Rabu (25/10/2023).
Rahbar menuturkan, pemerintah negara-negara Muslim harus hati-hati, dan para juru bicara pemerintah juga harus berhati-hati, jangan sampai mengulang kata-kata mereka ( pejabat AS, dan Barat).
"Ketahuilah pada peristiwa kali ini, dan peristiwa-peristiwa selanjutnya, Palestina, pasti akan menang. Dunia masa depan adalah dunia Palestina, bukan dunia rezim Zionis. Masa depan adalah milik rakyat Palestina, sementara upaya yang sedang dilakukan oleh mereka (AS dan Barat), dengan cara menindas, melakukan kejahatan, dan menciptakan bencana, semua itu sia-sia, dan Insyaallah, tidak akan berhasil, dengan izin Allah Swt," tegasnya.
Ayatullah Khamenei juga menyebut AS sebagai mitra nyata rezim Zionis Israel dalam melakukan kejahatan perang di Jalur Gaza, Palestina. Rahbar mengatakan, satu poin utama lainnya adalah, bahwa, dalam kasus ini, AS adalah mitra nyata para penjahat.
"Dalam kejahatan ini, tangan-tangan AS berlumuran darah orang-orang tertindas dari anak-anak, pasien, dan perempuan. Sebenarnya, para pejabat AS yang sedang mengatur kejahatan di Gaza ini. Amerika yang sedang mengatur kejahatan ini," jelas Rahbar dalam acara yang berlangsung di Huseiniyah Imam Khomeini ra di Tehran pada Rabu pagi itu.
Rahbar menyinggung penindasan berkelanjutan rezim Zionis terhadap rakyat Palestina, dan kesabaran serta ketabahan masyarakat Palestina dalam menghadapi kejahatan Israel ini.
"Rezim penjajah yang terluka dan usang ini sedang membalas dendam terhadap rakyat Gaza atas pukulan para pejuang Palestina. Tidak diragukan, dan meskipun semua dukungan datang dari para penjahat dunia kepada rezim Zionis, dan keterlibatan AS dalam kejahatan rezim ini, namun semua kekejaman ini pada akhirnya tidak akan menghasilkan apa-apa, dan masa depan adalah kemenangan ada di tangan bangsa Palestina," kata Rahbar.
Menurut Rahbar, kejadian saat ini di Gaza merupakan peristiwa yang menentukan masa depan.
"Musuh yang haus darah tidak mengenal batas kejahatan untuk membunuh anak-anak, para perempuan dan laki-laki, tua dan muda, dan masyarakat Gaza adalah orang-orang yang tertindas dalam arti yang sebenarnya," tegas Rahbar.
Ayatullah Khamenei memuji kesabaran dan tawakal masyarakat tertindas di Gaza, dan menyingung beberapa contoh dan gambaran kesabaran dan ketabahan mereka itu.
"Seorang ayah yang memuji Allah SWT ketika anaknya gugur syahid, orang tua yang menghadiahkan anak mereka yang syahid untuk Palestina, dan seorang remaja yang terluka, yang melantunkan ayat-ayat al-Qur'an, serta adegan-adegan serupa, menunjukkan sudut kesabaran dan kepercayaan yang mendalam dari dalam diri masyarakat Gaza," ujarnya.
Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut kesabaran rakyat Gaza sebagai hal yang sangat penting, dan kesabaran ini mengindikasikan kegagalan musuh dalam membuat rakyat Palestina menyerah.
"Kesabaran dan tawakal ini akan membuat jeritan rakyat Gaza terpenuhi, dan pada akhirnya membuat mereka menang," tuturnya.
Rahbar menuturkan, siapa pun yang berbicara tentang Gaza, harus juga berbicara tentang kesabaran dan kekuatan rakyat Gaza. Jika tidak, maka mereka menzalimi rakyat Palestina di Gaza.
Rahbar menilai peristiwa yang terjadi di Gaza, di satu sisi adalah gambaran ketertindasan, sementara di sisi lain adalah gambaran kekuatan.
"Benar, rakyat Gaza, adalah rakyat yang tertindas, dan musuh haus darah serta bengis, rezim Zionis perampok, tidak mengenal batas dalam kejahatannya. Dalam satu pemboman, rezim ini membunuh seribu orang, seperti itulah, ia tak mengenal batas," imbuhnya.
Ayatullah Khamenei menjelaskan, ketertindasan rakyat Palestina, nampak jelas seperti sekarang ini. Akan tetapi di samping ketertindasan ini terdapat dua poin penting, pertama, poin kesabaran rakyat Gaza, dan tawakal mereka kepada Allah Swt. Penduduk Gaza, benar-benar telah bersabar, dan tabah.
"Poin penting kedua adalah pukulan yang diberikan para pejuang Palestina, terhadap Rezim Zionis perampok, yang merupakan pukulan determinatif. Sampai saat ini rezim Zionis belum pernah mendapatkan pukulan semacam ini, dan sebagaimana sudah kami sampaikan sebelumnya, kerusakan yang ditimbulkannya tidak bisa diperbaiki. Semakin ke depan akan semakin jelas pula bahwa kerusakan yang diderita rezim Zionis akibat pukulan ini tidak bisa diperbaiki," pungkasnya.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat serangan udara rezim Zionis Israel terus meningkat.
Lebih dari 6.055 warga Palestina, termasuk lebih dari 2.000 anak-anak gugur dan 15.143 lainnya lainnya terluka akibat serangan udara Israel.
Lebih dari 181.000 unit rumah rusak, dan total 20.000 rumah warga Palestina dilaporkan hancur dan tidak dapat dihuni lagi.
Israel sendiri mencatat bahwa 1.400 orang tewas selama operasi Badai al-Aqsa yang dilancarkan oleh pejuang Palestina. 203 Zionis ditangkap Hamas selama operasi 7 Okober 2023. (RA)