Israel Gunakan Amunisi Tak Dikenal, Warga Palestina Derita Luka Bakar
-
Anak Palestina korban serangan udara rezim Zionis Israel di Jalur Gaza, Oktober 2023.
Direktur Rumah Sakit Dar al-Shifa Mohammad Abu Salmiya mengatakan, rezim Zionis Israel telah menggunakan amunisi yang tidak dikenal dan inkonvensional yang menimbulkan luka bakar terhadap para korban sipil di Jalur Gaza.
Menurut IRNA, Abu Salmiya juga memperingatkan kondisi buruk di Gaza, terutama para pasien karena rumah sakit-rumah sakit di wilayah ini kehabisan obat-obatan, kekurangan peralatan medis dan tim medis.
"Jumlah korban luka belum pernah terjadi sebelumnya, sehingga karena kurangnya obat-obatan, peralatan medis dan tim medis, kami tidak mampu menanggung beban berat tersebut," kata Abu Salmiya.
Ketua Komite Darurat di Gaza itu menuturkan, yang membedakan perang di Gaza adalah senjata yang digunakan Israel, yang menyebabkan luka bakar hingga 80% di mana-mana, dan luka bakar ini tidak dapat diobati di pusat-pusat pengobatan terbesar di dunia.
"Ada lebih dari 100 pasien terluka bakar di rumah sakit ini, sementara kapasitas bagian penanganan luka bakar hanya 10 tempat tidur," jelasnya.
Abu Salmiya menegaskan, gencatan senjata harus segera dilakukan, yang terluka harus dikeluarkan dari rumah sakit ini, bahan bakar harus disediakan untuk rumah sakit-rumah sakit di Palestina dan obat-obatan harus disediakan.
"Jika bahan bakar habis, semua yang ada di rumah sakit akan rusak dan korban luka, terutama anak-anak, akan meninggal," pungkasnya.
Sebelumnya, Riyad Mansour, Perwakilan Palestina untuk PBB, menuntut penghormatan terhadap semua hukum internasional dan tidak melanggarnya.
"Pemboman di Gaza harus dihentikan," tegasnya.
Pada hari Sabtu, 7 Oktober 2023, pasukan perlawanan Palestina melancarkan operasi mendadak yang disebut "Badai al-Aqsa" dari Gaza untuk membalas berbagai kejahatan Israel. Serangan ini menimbulkan kerugian besar bagi Israel.
Rezim Zionis, untuk membalas dan mengkompensasi kekalahannya, serta menghentikan operasi perlawanan, menutup semua penyeberangan Gaza dan membombardir daerah ini secara besar-besaran dan membabi buta.
"7.326 warga Palestina gugur dan 18.967 lainnya terluka sejak dimulainya serangan udara besar-besaran Israel ke Gaza," kata pernyatan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (27/10/2023).
Menurut pernyataan tersebut, 3.038 syuhada dari jumlah tersebut adalah anak-anak, 1.726 adalah perempuan, serta 414 adalah lansia.
"110 warga Palestina telah gugur di Tepi Barat dan 1.900 lainnya terluka akibat agresi rezim Zionis sejak dimulainya pertempuran Badai al-Aqsa pada 7 Oktober 2023," imbuh pernyataan Kementerian Kesehatan Palestina. (RA)