Serangan Udara Israel ke Jabalia dan Khan Yunis
Sehari sebelum kesepakatan gencatan senjata, jet-jet tempur rezim Zionis israel mengebom perumahan penduduk di Jabalia dan Khan Yunis, Jalur Gaza.
Serangan udara Israel menarget kawasan penduduk di Jabalia, utara Gaza pada Selasa (21/11/2023) dan menyebabkan sejumlah warga Palestina gugur syahid.
Sedikitnya 10 warga Palestina juga gugur dan lebih dari 20 lainnya terluka dalam pemboman Israel di daerah perumahan Hamad di sebelah barat Khan Yunis pada hari yang sama.
Serangan udara Israel di Gaza menimbulkan kerusakan besar di lingkungan perumahan penduduk dan merenggut banyak korban jiwa.
Menurut data terbaru, dalam 47 hari terakhir, lebih dari 14.000 warga Palestina gugur oleh serangan rezim Zionis.
Dari jumlah tersebut 5.600 di antaranya anak-anak dan 3.500 perempuan. Sejauh ini tercatat lebih dari 33 ribu orang terluka.
Media Amerika, Politico mengungkapkan serangan yang disengaja rezim Zionis terhadap bangunan sipil dan medis di Gaza.
Menurut situs majalah Politico, rezim Zionis sengaja menargetkan pusat kesehatan dan wilayah sipil lainnya di Gaza dengan menggunakan koordinat lokasi Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan laporan tersebut, informasi yang diberikan AS antara lain adalah mengenai koordinat pergerakan tim bantuan dan peralatan medis.
Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas pada hari Rabu mengumumkan kesepakatan gencatan senjata kemanusiaan selama empat hari di Gaza.
Hamas dan Israel telah menyetujui jeda kemanusiaan di Gaza yang akan berlangsung selama 24 jam ke depan. Perjanjian ini akan berlaku setidaknya selama empat hari. (RA)