Menteri Zionis: Perang Melawan Hizbullah adalah Kesalahan
-
rudal Hizbullah Lebanon
Menteri Aliyah dan Integrasi Rezim Zionis, mengakui situasi sulit bagi Tel Aviv, di front utara, dalam melawan Hizbullah Lebanon, dan menurutnya membuka front perang melawan Hizbullah, adalah kesalahan.
Ofir Sofer, Senin (22/1/2024) mengatakan, membuka front perang baru di utara pada tahap awal perang adalah kesalahan, dan eskalasi ketegangan di utara harus diakhiri dengan sebuah solusi politik.
Menteri Israel dari sayap kanan ekstrem itu menambahkan bahwa Rezim Zionis, harus memahami tingkat penderitaan keluarga-keluarga tawanan Israel.
"Kemenangan mutlak yang dimaksud Benjamin Netanyahu, itu sebenarnya apa? Menghancurkan infrastruktur pemerintah Hamas? Hamas memiliki akar kuat di tengah penduduk Gaza, mereka tidak datang dari luar," paparnya.
Pada saat yang sama, analis militer surat kabar Yedioth Ahronoth, mengatakan, Hizbullah, tanpa henti terus menembakkan rudal ke kota Manara, dan Metula, sementara kemampuan pasukan Israel, untuk membalas, terbatas.
Sebelumnya analis militer Zionis ini menuturkan, "Mata kita pertama-tama harus ditujukan ke arah utara, dan Hizbullah Lebanon."
Sejak 8 Oktober 2023, Hizbullah menggempur posisi Militer Israel, dan pemukiman Zionis, di sepanjang perbatasan Wilayah pendudukan, untuk membalas serangan Israel, ke Jalur Gaza.
Para pemukim Zionis, dan pejabat Israel, meyakini bahwa operasi-operasi Hizbullah, telah mengambilalih secara penuh wilayah ini, oleh karena itu sejak dua bulan lalu mereka meninggalkan utara Wilayah pendudukan.
Sehari sebelumnya Hizbullah, juga melancarkan serangan ke distrik Avivim, di utara Wilayah pendudukan, dan posisi militer Israel, Baraka Risha, serta sebuah barak tentara Zionis. (HS)